Sumedang, Starbpknews, id.
Dam bendungan Sangiang Sri yang terletak di wilayah pemerintahan Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan, tepatnya di kewilayahan Kepala Dusun Nangorak. Sebagai sumber air yang sangat dominan diperlukan semua warga masyarakat, baik yang memiliki pesawahan ataupun yang tidak memiliki sawah . Akan tetapi tetap air sebagai sumber kehidupan insan manusia.
Setelah kejadian bencana alam longsor tanah yang menipa di lokasi cijotang kisaran 400 meter dari Dam Sangiang Sri , adapun dibangunnya Dan Sangiang Sri tersebut fungsinya untuk membagi air yang masuk ke saluran yang dipergunakan oleh warga. Apalagi dalam musim kemarau seperti sekarang ini , debit air akan sangat berkurang. Maka dengan segala upaya warga masyarakat Dusun Nangorak mengadakan kegiatan kerja bakti setiap hari Sabtu dan Minggu , dari mulai pengerukan lokasi Dam Sangiang sampai pada semua titik sepanjang saluran irigasi kondisinya dangkal oleh lumpur.
Tanpa di duga dari sebelumnya, di lokasi Dam Sangiang Sri untuk air masuk ke saluran irigasi Sangiang Sri tersebut, ada pasangan batu batu dengan tujuan agar air terhambat mengalirnya , hingga akan melimpas ke permukaan dam.
Sebagaimana hasil percakapan dengan seorang yang peduli terhadap lingkungan dan atau yang peduli terhadap pentinya air saluran irigasi buat kepentingan umum , kepentingan masyarakat banyak , perbuatan seperti hal tersebut sudah dianggap ” Kurang Sopan dan tidak menghargai tenaga warga baik yang ikut kerja bakti ataupun yang membantu konsumsi nya “. Lebih lanjut me ngatakan , sekarang ini air sedang dipergunakan warga masyarakat guna mengolah pertanian sawah , jangan mengganggu air saluran yang ada. Bersifat lah dengan hati nurani , akal yang sehat , menghargai mayarakat banyak.
Dengan kejadian seperti hal tersebut , sangat di perlukan dan ditingkatkan pengawasan bagi para pengguna air yang tidak bertanggung jawab. Pihak Pemerintahan Desa Margamekar pada umumnya , dan Kepala Dusun yang ada di wilayah Dusun Nangorak harus segera membentuk lagi P3A , akan tetapi bila belum bisa membentuk P3A , membuat jadwal pengawasan bagi warga dengan melakukan Koordinasi kepada Ketua RT dan RW SE wilayah Dusun Nangorak. Seperti jadwal ronda malam dalam pelaksanaan pe ngawasannya. ( Asher Korwil Jawa Barat. ).




