Pembangunan WC di Desa Mantang Paya Diduga Terkesan Asal-asalan, Dinas Terkait Dianggap Tutup Mata

Aceh Utara. Starbpknews.id – Pembangunan WC (Jambak) di Desa Mantang Paya, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, menjadi sorotan publik dan warga setempat. Proyek yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat ini dinilai terkesan asal jadi. Pengawasan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh Utara juga dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya Rabu, 8/01/2024.

Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa anggaran untuk proyek tersebut tidak transparan. Tidak ada papan informasi proyek yang dipasang di lokasi, sehingga warga merasa kurangnya keterbukaan. Masyarakat mengungkapkan kekecewaannya karena proyek yang dibiayai pemerintah seharusnya dilakukan dengan transparansi dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan umum.

Seorang warga Desa Mantang Paya yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa mereka diminta membayar sebesar Rp 300.000 untuk pembangunan WC tersebut. “Seharusnya proyek ini gratis, kenapa kami harus bayar? Ini jelas ada oknum-oknum tertentu yang bermain,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kami tidak masalah membayar Rp 300.000, tetapi pekerjaan yang dilakukan harus berkualitas. Jangan terkesan asal-asalan. Saat ini, pekerjaan belum selesai dan ada beberapa WC yang belum dapat dipastikan kapan akan selesai, meskipun dalam anggaran tertulis jelas bahwa proyek ini untuk tahun 2024.”

Masyarakat Desa Mantang Paya berharap agar Dinas Perkim Aceh Utara segera menuntaskan proyek ini dengan baik. Mereka juga meminta agar proses pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan transparansi, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

“Kami hanya ingin pembangunan yang diberikan oleh pemerintah dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat, bukan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Perkim Aceh Utara belum memberikan komentar resmi terkait dugaan. [Muliadi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *