Ketapang,starbpknews.id–Kalbar 12 Juni 2026 – Pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan kelestarian lingkungan hidup.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tumbang Titi menjalin kerja sama erat dengan Kelompok Tani Sinar Harapan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Bersama, serta program tanggung jawab sosial perusahaan.
Bumitama Berdaya BGA Region Sei Melayu, untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan pembuatan Biosaka dan Pupuk Organik Cair (POC). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 12 Juni 2026, bertempat di Balai Pertemuan Desa Pengatapan Raya, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Pelatihan ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Penyuluhan, perwakilan dari BUMDes Sejahtera Bersama, serta diikuti oleh 20 orang peserta yang merupakan anggota aktif Kelompok Tani Sinar Harapan.
Para peserta merupakan petani lokal yang memiliki semangat tinggi untuk terus mengembangkan usahatani, sekaligus ingin beralih ke pola bercocok tanam yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan keluarga. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme yang besar dalam mempelajari teknologi pertanian sederhana namun sangat bermanfaat dan ekonomis.
Materi utama disampaikan oleh Bapak Fuad, S.P. selaku Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Tumbang Titi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara mendalam mengenai apa itu Biosaka, yaitu larutan hayati yang berfungsi sebagai penguat ketahanan alami tanaman, perangsang pertumbuhan, serta pencegah serangan hama dan penyakit tanaman secara alami tanpa menimbulkan efek samping berbahaya. Tidak hanya itu, dijelaskan pula secara rinci mengenai Pupuk Organik Cair, kandungan nutrisinya yang lengkap, cara pembuatannya yang memanfaatkan limbah organik di sekitar lingkungan seperti sisa tanaman, kotoran hewan, air cucian beras, gula tetes, serta mikroba baik yang mudah didapatkan.
Kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian teori semata, melainkan dilengkapi dengan praktik langsung dan demonstrasi pembuatan.
Bapak Fuad membimbing peserta langkah demi langkah mulai dari persiapan bahan, proses fermentasi, waktu penyimpanan, tanda-tanda jika pupuk sudah matang dan siap digunakan, hingga takaran serta cara penyemprotan dan pengaplikasian yang tepat sesuai jenis tanaman.
Peserta diberi kesempatan untuk mencampur, mengaduk, dan mengemas sendiri hasil olahannya, sehingga mereka benar-benar paham dan mampu mengulangi proses tersebut secara mandiri di rumah masing-masing.
Selama sesi berlangsung, suasana terasa sangat interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman mengenai kendala yang sering dihadapi di ladang, serta mendiskusikan cara mengatasi berbagai masalah pertanian dengan solusi yang alami.
Melalui pelatihan ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan petani semakin meningkat, sehingga secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia yang harganya semakin mahal serta berpotensi merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Dengan membuat pupuk sendiri, biaya produksi dapat ditekan secara signifikan, pendapatan petani meningkat, dan kualitas hasil panen menjadi lebih sehat serta ramah lingkungan.
Kepala BPP Kecamatan Tumbang Titi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bumitama Berdaya BGA Region Sei Melayu dan BUMDes Sejahtera Bersama yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. “Ini adalah bentuk sinergi yang sangat baik antara pemerintah, desa, dan perusahaan. Ilmu yang didapat hari ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan pertanian kita,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Bumitama Berdaya menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat sekitar wilayah operasi. “Kami ingin memberikan bekal keterampilan yang nyata, sehingga petani dapat mengembangkan potensi lahannya sendiri, menjaga lingkungan tetap asri, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya secara mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, para peserta menyatakan rasa puas dan berterima kasih atas ilmu yang diberikan, mereka berjanji akan menerapkan langsung apa yang telah dipelajari serta mengajak anggota kelompok tani lainnya untuk turut mempraktikkan pembuatan pupuk organik ini.
Diharapkan ke depannya, Desa Pengatapan Raya dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menerapkan sistem pertanian terpadu, mandiri, dan tetap menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.
Sumber :
Tim Dokumentasi & Komunikasi
Bumitama Berdaya BGA Region Sei Melayu
Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang
Kalimantan Barat
Penulis: Natalius



