Payakumbuh, starbpknews.id — 20 Oktober 2025 – Pelantikan sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh pada Kamis, 16 Oktober lalu, diwarnai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, proses seleksi yang seharusnya menjadi ajang adil dan transparan, justru menuai sejumlah pertanyaan.
Salah satu isu yang paling mencuat adalah sulitnya akses ke website resmi Pemerintah Kota Payakumbuh, terutama saat pengumuman hasil seleksi. “Setiap kali ada jadwal pengumuman, website selalu error dan tidak bisa diakses. Bahkan, beberapa hari sebelum pelantikan pun, website tetap down,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya itu, proses seleksi JPTP juga dinilai kurang transparan. Pasalnya, tidak ada peserta yang dinyatakan gugur mulai dari tahapan rekam jejak hingga wawancara. Selain itu, nilai peserta juga tidak pernah dicantumkan pada setiap pengumuman tahapan. “Pengumuman kelulusan selalu berdasarkan abjad, sehingga sulit untuk mengetahui apakah peserta memenuhi standar nilai yang ditetapkan,” imbuhnya.
Menanggapi isu ini, tokoh masyarakat Kota Payakumbuh, Om Saii, angkat bicara. “Kita semua tentu berharap agar proses seleksi pejabat publik dilakukan secara profesional dan transparan. Jangan sampai ada kesan bahwa jabatan hanya diberikan berdasarkan kedekatan atau faktor-faktor non-kompetensi lainnya,” tegasnya.
Om Saii juga menyoroti pentingnya peran website pemerintah sebagai sarana informasi publik. “Website itu seharusnya menjadi jendela informasi bagi masyarakat. Kalau website-nya saja sering error, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya?” tanyanya retoris.
Lebih lanjut, Om Saii mendesak Pemerintah Kota Payakumbuh untuk segera melakukan evaluasi terhadap proses seleksi JPTP. “Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa ke depan, proses seleksi dilakukan secara lebih transparan, akuntabel, dan profesional. Kita ingin pejabat yang terpilih benar-benar komneten dan berintegritas, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
( Mahwel )




