PAC GP Ansor Rawajitu Selatan Gelar Ziarah Walisongo dan Mu’assis NU, Diikuti 50 Peserta dalam Rangka Harlah ke-92

PAC GP Ansor Rawajitu Selatan Gelar Ziarah Walisongo dan Mu’assis NU, Diikuti 50 Peserta dalam Rangka Harlah ke-92

 

Rawajitu Selatan –starbpknews.com

Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda Ansor, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Rawajitu Selatan menggelar kegiatan Ziarah Walisongo dan Mu’assis Nahdlatul Ulama (NU) yang diikuti oleh 50 peserta dari unsur GP Ansor, Banser, Fatayat NU, serta sejumlah tokoh Nahdliyin. Kegiatan tersebut berlangsung pada 10–16 Juni 2026 dengan mengunjungi berbagai situs perjuangan dakwah Islam dan ulama pendiri Nahdlatul Ulama di Pulau Jawa.

 

Kegiatan ini merupakan program PAC GP Ansor Rawajitu Selatan yang untuk kedua kalinya dilaksanakan sebagai bentuk penguatan spiritualitas kader, pendalaman sejarah perjuangan Islam di Nusantara, serta upaya meneladani perjuangan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

 

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua PAC GP Ansor Rawajitu Selatan, Sukarman. Turut mendampingi rombongan Rois Syuriah MWCNU Rawajitu Selatan, Kyai M. Efendi Mustofa, serta Penyuluh Agama Islam KUA Rawajitu Selatan, Suguntur, S.H.

 

Ketua PAC GP Ansor Rawajitu Selatan, Sukarman, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah bukan sekadar perjalanan religi, melainkan sarana pembelajaran dan kaderisasi yang bertujuan menanamkan nilai-nilai perjuangan para ulama kepada generasi penerus.

 

“Ziarah Walisongo dan Mu’assis NU ini bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga momentum untuk mengenang jasa para ulama yang telah berjuang menyebarkan Islam dan membangun peradaban bangsa. Di usia GP Ansor yang ke-92 tahun, kami ingin menanamkan kepada kader semangat pengabdian, keikhlasan, loyalitas organisasi, serta kecintaan kepada agama, bangsa, dan para ulama,” ujar Sukarman.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi media mempererat ukhuwah antarwarga Nahdliyin sekaligus memperkuat komitmen kader dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

 

Sementara itu, Rois Syuriah MWCNU Rawajitu Selatan, Kyai M. Efendi Mustofa, menegaskan bahwa tradisi ziarah merupakan bagian dari warisan ulama yang memiliki nilai spiritual dan edukatif yang sangat penting bagi warga Nahdlatul Ulama.

 

“Melalui ziarah, kita belajar menghormati para pendahulu yang telah berjasa menyebarkan Islam di Nusantara. Kita mengambil teladan dari akhlak, keilmuan, dan perjuangan mereka dalam membimbing umat. Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.

 

Ia berharap seluruh peserta dapat menjadikan perjalanan tersebut sebagai sarana muhasabah diri, memperkuat kecintaan kepada ulama, serta meningkatkan semangat khidmah kepada masyarakat.

 

Di kesempatan yang sama, Penyuluh Agama Islam KUA Rawajitu Selatan, Suguntur, S.H., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, ziarah menjadi media pembelajaran yang efektif bagi generasi muda dalam memahami sejarah dakwah Islam dan perjuangan para ulama di Indonesia.

 

“Kegiatan ini memiliki nilai edukasi yang sangat penting. Selain berziarah dan berdoa, para peserta juga dapat memahami sejarah perjuangan para Walisongo dan Mu’assis NU yang telah berkontribusi besar dalam penyebaran Islam yang damai, moderat, dan rahmatan lil ‘alamin di Indonesia. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan serta memperkuat komitmen generasi muda dalam melanjutkan perjuangan para ulama,” ungkapnya.

 

Selama perjalanan, rombongan dijadwalkan mengunjungi makam para Walisongo, antara lain Sunan Gunung Jati di Cirebon, Sunan Kalijaga di Demak, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Gresik, dan Sunan Ampel. Selain itu, peserta juga berziarah ke makam Hadhratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, Gus Dur, Syekh Jumadil Kubro, Syaikhona Kholil Bangkalan, serta sejumlah ulama besar lainnya yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan Islam dan Nahdlatul Ulama di Indonesia.

 

Melalui kegiatan ini, PAC GP Ansor Rawajitu Selatan berharap semangat perjuangan para Walisongo dan Mu’assis NU dapat terus menginspirasi kader Ansor, Banser, Fatayat NU, dan seluruh warga Nahdliyin dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, kemanusiaan, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

 

Rilis (Caswari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *