Om Saii, Tokoh Masyarakat Payakumbuh, Angkat Bicara Soal Polemik Oknum Pol PP dengan Wartawan

PAYAKUMBUH – starbpknews.id — Polemik antara oknum Pol PP Kota Payakumbuh dengan seorang wartawan Luak 50 memasuki babak baru. Om Saii, seorang tokoh masyarakat Kota Payakumbuh, akhirnya angkat bicara terkait kisruh yang belakangan viral di media sosial.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Seharusnya, sebagai aparat penegak perda, Pol PP memberikan contoh yang baik, bukan malah membuat gaduh,” ujar Om Saii dengan nada prihatin.

Pemicu masalah ini bermula dari unggahan story oknum Pol PP bernama Dewi Centong di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Dewi Centong, yang mengenakan seragam lengkap Pol PP, mengeluarkan kata-kata yang dinilai arogan dan bernada ancaman.

“Ngak bisa dibina, kita binasakan,” ujar Dewi Centong dalam story-nya.

Ucapan tersebut diduga ditujukan kepada seorang wartawan yang sebelumnya menulis berita kritikan terkait dugaan “palak” yang dilakukan Walikota Payakumbuh terhadap ASN untuk pembangunan lapak. Dewi Centong merasa tidak terima dengan berita tersebut dan melontarkan tantangan serta cacian kepada sang wartawan.

Om Saii menilai, tindakan Dewi Centong tersebut sangat tidak pantas dan mencoreng citra Pemerintah Kota Payakumbuh. Ia juga menyayangkan sikap Walikota Payakumbuh dan Sekda Kota Payakumbuh yang terkesan bungkam dan tidak memberikan teguran kepada bawahannya.

“Ini bukan masalah pribadi, ini masalah etika dan profesionalisme. Sebagai atasan, Walikota dan Sekda seharusnya bertindak tegas dan memberikan sanksi kepada oknum Pol PP tersebut,” tegas Om Saii.

Om Saii juga menyoroti pernyataan Dewi Centong yang mempersoalkan kompetensi wartawan yang belum memiliki sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Menurutnya, pernyataan tersebut tidak berdasar dan melanggar Undang-Undang Pers.

“UKW itu penting, tapi bukan berarti wartawan yang belum UKW tidak boleh menulis berita. Semua wartawan punya hak untuk mencari dan menyampaikan informasi kepada publik,” jelasnya.

Om Saii berharap, polemik ini dapat segera diselesaikan dengan kepala dingin dan mengedepankan etika serta profesionalisme. Ia juga meminta kepada seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana.

“Mari kita jaga Kota Payakumbuh ini tetap kondusif dan harmonis. Jangan sampai masalah ini merusak citra kota kita,” pungkas Om Saii.

( red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *