
Berita UTMA STRBP NEWS Halsel – Kasus demi kasus terus bermunculan di atas permukaan, namun sampai saat inipun belum dapat di selesaikan oleh aparat penegak hukum. Melihat tindakan aparat penegak hukum yang seolah lambat dalam penanganan, membuat masyarakat kecewa serta mengurangi kepercayaan terhadap keberadaan penegak hukum di Halmahera Selatan. (1/1/2025)
Ferawati Samsir Selaku Ketua Kohati HMI Cabang Bacan, menyampaikan kekesalan terhadap aparat penegak Hukum dan Instansi pemerintahan di Halmahera selatan yang sengaja menutup mata dan telinga atas kasus yang menimpa generasi muda Halsel kedepan, terkhususnya kaum perempuan
Tidak ada kepedulian dan perhatian serius terhadap kekerasan yang terus menerus di alami oleh kaum perempuan. baik itu dari pemerintah, aparat penegak hukum, DPRD bahkan DP3AKB dalam hal ini bertanggung jawab atas penderitaan masyarakat Halmahera Selatan.
Karena jika ada kepedulian dan perhatian dari pemerintah dan lembaga-lembaga terkait. seharusnya sudah ada langka strategi untuk memberantas pelaku – pelaku kejahatan yang saat ini Masi di biarkan berkeliaran di luar sana, seharusnya sudah menyusun langka kongkrit untuk memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku yang tidak beradab sesuai dengan aturan yang berlaku.
Akibat ketidak pedulian terhadap kekerasan yang di alami oleh perempuan membuat para pelaku merasa bangga dan terus menciptakan korban – korban selanjutnya. Ujarnya
Lanjut Fera, Bahkan di akhir tahun pun kita telah dikejutkan dengan tindakan dugaan pemerkosaan yang di alami oleh perempuan yang Masi berada di bangku SMP di kecamatan Bacan Timur Selatan.
Anak yang seharusnya fokus mengenyam pendidikan, kini tubuhnya di nodahi oleh mereka para cabul. Anak dengan sejuta impian telah mangalami ganggu trauma yang luar biasa.
Miris negeri Halmahera Selatan
Ketika kekerasan terhadap perempuan dibiarkan, maka dapat merusak cita-cita generasi putri-putri di Halmahera Selatan. Anak yang merupakan generasi penerus bangsa, kini rusak pada masa-masa pertumbuhannya
Oleh karena itu kami dari Korps HMI Wati Kohati Cabang Bacan meminta kepada pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar melihat juga persoalan penting yang dihadapi oleh perempuan saat ini, meminta secara tegas kepada DPRD sebagai dewan perwakilan rakyat untuk segera mendorong percepatan penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan. Dan juga kepada DP3AKB agar lebih serius dalam pengawalan korban-korban kekerasan
Kami juga minta kepada penegak hukum (Polres Halsel) agar bertugas selayaknya sebagai Penegak Hukum, jangan jadikan hukum di Halsel tidak adil untuk perempuan
Selama keadilan belum di tegakkan oleh penegak hukum dan belum diperhatikan oleh Pemerintah Daerah, maka kami dari Korps HMI Wati Kohati Cabang Bacan tetap konsisten menyuarakan keadilan bagi perempuan dan terus berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak yang ada di Halmahera Selatan. Tegas Fera
(SOROTBPKNEWS.)



