Kisah Sinta, Ibu RT Desa Purwoagung yang Multi Talenta*

*BANYUWANGI*Starbpknews. Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti berhenti berkarya. Hal itu dibuktikan Sinta, 38 tahun, warga Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

Selain mengurus keluarga, Sinta juga tercatat sebagai tenaga relawan di *SPPG Desa Purwoagung* untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap hari, hidupnya dibagi untuk dua dapur: dapur rumah dan dapur SPPG.

Sejak pukul 02.00 WIB, Sinta sudah bergegas ke dapur SPPG. Bersama tim, ia menyiapkan 1600 porsi makanan bergizi untuk anak sekolah se-Kecamatan Tegaldlimo. Menimbang sayur, memasukan ketempat pengemasan , hingga memastikan kemasan higienis jadi rutinitasnya.

Pukul 02.00 WIB, tugas di SPPG sampai selesai. Sinta pulang, ganti peran jadi ibu RT. Masak untuk keluarga, antar-jemput anak, dan mengurus kebutuhan rumah tetap jalan.

_“Awalnya berat karena bangun dini hari. Tapi lama-lama jadi terbiasa. Senang bisa bantu anak-anak sekolah dapat gizi bagus, sekalian nambah penghasilan keluarga,”_ kata Sinta saat dikonfirmasi awak media star bpknews, Senin (14/5).

Kerja di SPPG delapan jam setiap hari. Sistem ini bikin Sinta tetap bisa total sebagai IRT(Ibu rumah tangga) Kuncinya: manajemen waktu.

_“Anak-anak saya ajarin mandiri. Yang besar udah bisa nyapu dan bantu adiknya. Suami juga dukung penuh, kadang antar ke SPPG kalau masih gelap,”_ ujarnya.

Kepala Desa Purwoagung Pak Senen menyebut Sinta sebagai contoh IRT(ibu rumah tangga) yang adaptif. _“Bu Sinta rajin dan teliti. Adanya SPPG di desa kami memang banyak memberdayakan ibu-ibu. Mereka jadi punya skill tata boga skala besar, punya penghasilan, tapi nggak ninggalin kodratnya di rumah,”_ katanya.

Sejak SPPG Desa Purwoagung beroperasi, ada 45 orang tenaga kerja yang direkrut, 70% kaum hawa di antaranya ibu rumah tangga. Mereka mendapat gaji sesuai UMK Banyuwangi sekaligus pelatihan keamanan pangan dari BGN.

Bagi Sinta, SPPG bukan sekadar tempat kerja. _“Ilmu masak porsi besar, memasukan, menakar sampai packing rapi, saya praktikkan juga di rumah. Anak saya jadi nggak picky eater lagi,”_ candanya

 

Pewarta: Yulianti

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *