Ketua KAN Aur Kuning DT Paduko Marajo Marah, Tolak Peribahasa “Ajing Menggonggong” dari Walikota Payakumbuh

Payakumbuh — starbpknews.id —
Ketua KAN Aur Kuning DT Paduko Marajo yang mewakili sepuluh Nagori menyampaikan kekesalan dan kemarahan yang mendalam terhadap Walikota Payakumbuh Zulmaeta setelah menyebutkan peribahasa “biarkan ajing menggonggong, kafilah berlalu” dalam wawancara media online beberapa hari lalu. Ungkapan tersebut langsung menimbulkan reaksi negatif di kalangan anggota organisasi, Ninik Mamak, dan warga kota.

Dalam keterangan resmi organisasi, ketua yang bersangkutan menekankan bahwa kata-kata pemimpin memiliki bobot dan dampak besar bagi warga. “Seharusnya bapak mengerti cara berbicara seorang pemimpin yang pantas diterima. Kami tidak menyangka bapak akan menggunakan kata-kata yang seolah-olah merendahkan pendapat orang lain,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia menambahkan, “Kami ini manusia, Ninik Mamak Pangulu, bukan makhluk tanpa perasaan. Kami sangat kecewa. Apalagi bapak seorang niniak mamak di Bukittinggi yang seharusnya memahami nilai budaya dan sopan santun. Apakah bapak sadar peribahasanya bisa menyakiti banyak orang?”

Menurut ketua KAN Aur Kuning, peribahasa tersebut merupakan “kata-kata kemeliaran” yang tidak pantas diucapkan di ruang publik oleh pejabat terpilih. “Seolah-olah pendapat warga hanya omongan kosong yang tidak perlu diperhatikan. Seolah-olah bapak tidak peduli dengan suara warga yang memilih bapak,” katanya.

Di akhir keterangan, ia meminta Zulmaeta segera meninjau kembali peribahasanya dan memberikan penjelasan jelas kepada publik. “Kami harap bapak tidak sengaja mengucapkannya. Silakan tinjau lagi dan lebih hati-hati dalam berbicara ke depan, karena sebagai walikota, bapak mewakili seluruh warga Payakumbuh,” tegasnya.

Beberapa warga yang dikutip acak juga menyatakan kesesalan dan harapan agar pejabat lebih memperhatikan ungkapan mereka di media.

( Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *