Halmahera Selatan,starbpknews id.selasa 03/03/2026
Ketegangan antara warga Desa Kawasi Lama dan Desa Kawasi Baru kembali mencuat dan memanas di area kantor PT Harita Group, Selasa (3/3). Adu mulut keras tak terhindarkan ketika kedua kelompok warga saling mempertahankan kepentingan masing-masing di hadapan pihak perusahaan.
Suasana di lokasi sempat memanas. Nada tinggi dan teriakan terdengar di halaman kantor perusahaan, memicu perhatian para pekerja dan masyarakat sekitar. Situasi bahkan nyaris tak terkendali sebelum aparat keamanan dan petugas internal perusahaan turun tangan untuk memisahkan kedua kubu.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, perselisihan dipicu oleh persoalan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan di wilayah tersebut. Isu yang berkembang menyangkut hak dan kepentingan warga, termasuk klaim administratif antara Desa Kawasi Lama dan Desa Kawasi Baru yang hingga kini disebut-sebut belum sepenuhnya tuntas.
Beberapa warga mengaku kecewa dan merasa aspirasi mereka belum mendapatkan kejelasan. Ketidakpuasan itu diduga menjadi pemantik memanasnya perdebatan di kantor perusahaan. Adu argumen berlangsung sengit dan saling tuding tak terhindarkan.
Meski tidak sampai terjadi bentrokan fisik, insiden ini memperlihatkan adanya persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Aparat keamanan setempat langsung melakukan langkah antisipatif dan mengimbau warga agar menahan diri demi menjaga situasi tetap kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen perusahaan maupun pemerintah desa terkait akar persoalan yang memicu insiden tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan resmi dan berimbang.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bahwa konflik sosial di wilayah lingkar industri tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Diperlukan dialog terbuka, transparan, dan melibatkan semua unsur agar ketegangan tidak kembali terulang.
Aparat keamanan dilaporkan masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gesekan lanjutan.
FS
Media starbpknews i.




