Berita – starbpknew
Koordinator Aksi Bahara Sibuea mengatakan bahwa gerakan mereka ini bertujuan untuk menuntut pemerintah untuk mengamankan pihak -pihak yang diduga telah membuat kegaduhan di kawasan ini.26-05-2025.
“Kami menduga bahwa LSM Aman dan KSPPM telah memprovokasi masyarakat dengan mengatasnamakan pendampingan ,tetapi menciptakan konflik dengan menuding perusahaan TPL merampas tanah masyarakat ,padahal tanah yang dikelola perusahaan tersebut adalah tanah pemerintah.
Kedua LSM tersebut telah memprovokasi beberapa organisasi keagamaan agar menyerukan menutup perusahaan ,karena perusahaan dituding tidak memiliki kontribusi padahal telah banyak kontribusinya dengan melakukan pembangunan jalan jalan ,sekolah ,rumah ibadah ,irigasi ,bea siswa dan bantuan lainnya.
Selanjutnya dia sebut bahwa perusahaan tempat mereka bekerja juga dituding merusak lingkungan alam tanah Toba ,padahal lahan yang dikelola berstatus HP (Hutan Produksi ) yang modelnya tanam tebang dan bukan perambahan hutan seperti yang dituduhkan .Mereka tidak pernah.memberikan data seperti yang dituduhkan LSM AMAN dan KSPPM.
Menurut dia Kedua LSM tersebut adalah provokator pencipta konflik horizontal di tengah tengah masyarakat Tapanuli dengan cara mendokrin menggunakan issue issue yang tidak berdasar dan menyesatkan .
Jika tudingan mereka mengenai masalah perampasan lahan ,kenapa arahnya menutup perusahaan tempat kami bekerja ? Siapa dalang dibalik semua ini ? Kenapa kedua LSM tersebut dan organisasi keagamaan tidak pernah mau duduk bersama membahas persoalan ini.
Bahara Sibuea meminta pihak KPH sebagai penanggungjawab kehutanan bersuara dan meminta Pemerintah jangan melayani LSM Provokator di Kabupaten Toba yang dianggap memecahbelah kesatuan dan persaudaraan orang Batak .
(S, Zebua)




