Kedakas kecamatan tayan hulu kabupaten Sanggau Forum masyarakat peduli desa kedakas dan bersama warga masyarakat serta perwakilan pekebun dan pelaku usaha serta tokoh pemuda mengadakan audensi dengan Forkompincam tayan hulu dan pemerintah desa kedakas,desa Riyai,engkasan,manding dan perwakilan wilayah desa pandan sembuat engkasan berakak namun beberapa perwakilan yang adadatang menghadiri audensi ini untuk membahas tentang penting nya pembangunan jembatan kedakas sebagai urat nadi membantu kelancaran perekonomian warga masyarakat karena jembatan ini sudah 3 tahun pembangunan nya hanya sampai pondasi depan dan belakang itu pun sudah ada pondasi semen dan besi sudah rusak dan berkarat dan di tumbuhi rumput kegiatan audensi ini di laksanakan pada tanggal 4 Agustus 2026 di aula Betomu desa kedakas yang di hadiri camat tayan hulu Laurianus Yoka,SH dan Kapolsek Tayan hulu di wakili bhabinkamtibmas AIPDA.Markus,Danramil tayan hulu di wakili Serka Kalfinus, kades kedakas Sifrianus juhe,kades Riyai Rusi SE serta staf kecamatan tayan hulu dan jajaran BPD., dalam audensi ini penekanan pokok penting adalah pembahasan bagaimana jembatan kedakas ini bisa rampung pembangunan oleh pemerintah secara khusus pemerintah kabupaten Sanggau Dinas pupr dalan audensi ini beberapa paparan akan di paparkan oleh camat tayan hulu untuk menanggapi ajuan usulan dari audiensi ini masyarakat desa kedakas mendesak dan menuntut janji sebelum jembatan awal di bongkar dan di bangun kembali di tahun politik dengan hati senang dan gembira serta lapang dada warga masyarakat akan memiliki jembatan baru kuat kokoh kalau di bangun namu rupa nya mimpi indah lain kenyataan nya di lapangan jembatan di bongkar pembangunan di mulai pondasi dulu janji nya bertahan dan sampai saat ini 3 tahun sudah berjalan apa yang ada dan terjadi jembatan mangkrak warga masyarakat kecewa dan memukul dan sedih kecewa karena sulit nya kendaraan R2 dan R4 ,roda dua dan roda empat sulit lewat padahal jarak menuju pasar sosok dekat yang paling sedih penderitaan di alami beberapa kali ada warga sakit harus di gotong dan juga yang mengalami musibah kematian harus di estapet dan ektra hati hati lewat jembatan darurat yang di buat oleh pemborong dan juga sudah di renovasi oleh warga masyarakat dengan swadaya ini pun sudah banyak yang rusak rapuh karena bahan mentah dari hutan, karena akses jembatan darurat ini di lintasi orang banyak terutama anak sekolah dari sekolah dasar,SMP,SMK,SMA setiap harus yang menakut kan kalau rubuh mana lagi takut terlalu mepet di rumah warga masyarakat berbahaya sekali kendaraan roda dua besar harapan masyarakat dari desa kedakas,Riyai,berakakengkasan,dan sebagian juga dari wilayah desa mandong,pandan sembuat kalau jembatan ini jadi bisa lebih lancar dalam dialog dan interaksi dalam audensi ini inti nya warga masyarakat dan perwakilan pelaku usaha dan kebun inti jembatan kedakas harus di bangun, walau pun ada solusi bahkan janji itu hanya wacana kata warga masyarakat namun meminta janji bukti nya,karena menurut keterangan kadang silih berganti ada yang bilang bisa bahkan juga bisa lewat dana CSR perusahaan,dan dana provinsi bahkan pusat namun melalui pemangku kebijakan yaitu Bupati dan dinas instansi terkait Pupr Sanggau bahkan jawaban nya tidak ada dana dang anggaran 2027 sudah ketok palu,dalam hal ini juga membingungkan ujung ujung tidak di bangun dan di biar kan dan abaikan kata perwakilan warga masyarakat dan ketua Forum masyarakat peduli desa kedakas dalam Forum rapat audensi ini karena di lalu lalu sudah di masukan proposal terus dan di masukan di RPJMDES Desa kedakas,melalui DURKP 2022,2023 dan 2026 sudah di lalui tahapan bahkan lewat reses dewan kabupaten provinsi semua nihil mau gimana lagi namun pak camat siap membantu mendorong mencari cara solusi apa dan bagaimana jembatan kedakas bisa di bangun kembali namun masyarakat tidak menyerah memperjuang kan ini Forum masyarakat peduli desa kedakas ketua nya Mariono beserta jajaran akan mencari solusi mengajukan surat audensi dengan ketua DPRD Sanggau dan anggota,serta ke bupati Sanggau,dinas pupr Sanggau bahkan sampai ke provinsi selama kegiatan audensi ini berjalan tertib aman lancar kondusif kegiatan di akhiri dengan ramah tamah.
Pewarta ,( Alantitus Kaperwil )




