Forum Aceh Bersatu: Terimakasih dan Apresiasi Kepada Kapolda Aceh atas Penanganan Pascabencana Hidrometeorologi 

Tamieng Aceh, starbpknews.id.– Forum Aceh Bersatu menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., beserta seluruh jajaran Polda Aceh atas kesigapan dan dedikasi dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada 26 November 2025 lalu.

Ketua Forum Aceh Bersatu, Saiful Mulki, menilai penanganan pascabencana yang dilakukan Polda Aceh berlangsung cepat, terukur, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terdampak. Menurut dia, langkah-langkah yang diambil Kapolda Aceh mencerminkan komitmen kuat institusi kepolisian dalam menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri yang menempatkan penanganan bencana sebagai salah satu prioritas utama Polri.

“Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menunjukkan keseriusan yang luar biasa. Di bawah kepemimpinannya, seluruh elemen Polri termasuk personel Brimob dan satuan fungsi lainnya bekerja dengan semangat tinggi, bahu-membahu membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Saiful Mulki dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026), sebagaimana dikutip dari beritaindatu.com.

Ia menambahkan, kehadiran personel Polda Aceh di lokasi-lokasi terdampak terparah tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga mempercepat proses pemulihan pascabencana. Mulai dari evakuasi korban, distribusi bantuan logistik, hingga pembersihan material banjir dan lumpur dilakukan secara intensif.

Bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh cuaca ekstrem akibat pengaruh siklon tropis Senyar tersebut melanda Aceh sejak akhir November 2025, dengan puncak banjir bandang dan longsor terjadi pada 26 November. Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, sedikitnya 18 kabupaten/kota terdampak, ratusan ribu warga terimbas, puluhan ribu rumah mengalami kerusakan, serta terdapat korban jiwa dan kehilangan harta benda.

Wilayah yang terdampak paling parah meliputi Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Utara. Ribuan warga terpaksa mengungsi, akses jalan utama terputus, dan endapan lumpur setinggi hingga dua meter menghambat aktivitas masyarakat serta proses pemulihan.

Dalam situasi tersebut, Polda Aceh mengerahkan personel secara masif untuk mendukung operasi kemanusiaan. Selain evakuasi dan distribusi bantuan, personel kepolisian turut melakukan pembersihan lumpur di permukiman warga, tempat ibadah seperti masjid dan meunasah, sekolah, serta fasilitas umum lainnya. Polda Aceh juga membantu penyediaan air bersih, mendirikan pos pelayanan kesehatan, dan melakukan pendampingan psikososial bagi korban bencana.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah pun tercatat aktif turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi warga dan memastikan penanganan berjalan optimal.

Saiful Mulki menilai, kepemimpinan Kapolda Aceh yang merupakan putra asli Aceh menjadi nilai tambah dalam penanganan bencana tersebut. “Ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap tanah kelahirannya, dengan bekerja sepenuh hati dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” katanya.

Forum Aceh Bersatu berharap dedikasi dan sinergi lintas sektor yang telah ditunjukkan dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam tahap pemulihan jangka pendek, tetapi juga dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana di masa mendatang.

Sementara itu, Polda Aceh menyatakan bahwa proses pemulihan masih terus berjalan. Fokus saat ini diarahkan pada pembukaan akses jalan, percepatan distribusi bantuan ke titik Pasca Bencana.

Pewarta:(Darman).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *