Festival Grebeg Suro 2025 di Desa Kemendung: Menjaga Tradisi, Membangun Harmoni

Desa Kemendung,starbpknews.id Kecamatan Muncar – Banyuwangi | 13 -Juli 2025-Ribuan warga memadati ruas jalan Desa Kemendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, dalam semarak Festival Grebeg Suro 2025, Sabtu (12/7). Tradisi tahunan ini kembali digelar dengan meriah, mengusung tema: “Nusantara Bersatu, Suara Muncar Menggema.”

Festival ini menghadirkan rangkaian kegiatan budaya yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari kirab gunungan hasil bumi (catum), pawai budaya, parade kendaraan hias, hingga pertunjukan seni tradisional dan modern. Seluruh elemen tersebut menjadi bagian dari upaya desa dalam menjaga warisan leluhur dan mempererat kebersamaan.

Catum: Simbol Syukur dan Kelimpahan

Salah satu ikon utama dalam Festival Grebeg Suro adalah catum—gunungan hasil bumi yang diarak keliling desa. Gunungan ini terdiri dari beras, sayur-mayur, buah, lauk pauk, hingga jajanan tradisional. Catum menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen dan rezeki yang diterima selama setahun terakhir.

“Festival ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi bentuk nyata rasa syukur dan kebersamaan warga. Kami ingin generasi muda melihat bahwa budaya lokal memiliki nilai yang kuat,” ujar Kepala Desa Kemendung dalam sambutannya.

Paduan Tradisi dan Modernitas

Festival kali ini juga dimeriahkan dengan Karnaval Suara Muncar, di mana berbagai komunitas dan RT menampilkan kendaraan hias lengkap dengan sistem audio modern. Musik DJ, sound system, dan kreativitas pemuda desa menambah warna dalam perayaan yang kini makin terbuka pada inovasi tanpa meninggalkan akar budaya.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti dari ramainya partisipasi warga dan banyaknya unggahan video acara di media sosial seperti TikTok dan YouTube yang viral hanya dalam hitungan jam.

Tujuan dan Harapan Festival Grebeg Suro

Pelaksanaan Grebeg Suro bukan tanpa makna. Adapun tujuan utama kegiatan ini adalah:

Melestarikan budaya lokal sebagai warisan leluhur.

Meningkatkan rasa syukur dan spiritualitas masyarakat.

Mempererat tali silaturahmi dan gotong royong antarwarga.

Memberikan ruang ekspresi generasi muda melalui seni dan budaya.

Mengangkat potensi wisata budaya Desa Kemendung.

Harapan Ke Depan

Pemerintah Desa Kemendung berharap agar Festival Grebeg Suro bisa terus digelar setiap tahun dengan dukungan penuh masyarakat, pemuda, dan berbagai pihak. Selain menjadi ajang kebudayaan, festival ini diharapkan juga bisa menjadi daya tarik wisata budaya dan memperkuat identitas Desa Kemendung di tingkat regional maupun nasional.

Pewarta ( Slamet )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *