Jakarta, starbpknesw id.jumat 8 Mei 2026 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara yang mengakibatkan dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura meninggal dunia dan satu pendaki lokal hilang.
“Atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Maluku Utara, saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban Sahnaz dan Timo. Saya juga terus mendoakan dan mendukung penuh upaya Tim SAR Gabungan agar saudara kita, Angel, dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar pria yang akrab disapa Alqassam ini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2026).
Menanggapi insiden yang terjadi di tengah status penutupan jalur pendakian tersebut, Alqassam menitikberatkan pada urgensi evaluasi dan penegakan sistem keamanan pariwisata (tourism safety) di wilayah Maluku Utara, khususnya pada destinasi wisata alam berisiko tinggi seperti gunung api.
Terdapat tiga poin utama yang menjadi sorotan dan desakan dari Alqassam terkait tata kelola pariwisata alam di Maluku Utara:
1. Pengetatan Pengawasan dan Penegakan Aturan (Zero Tolerance)
Maluku Utara dianugerahi potensi wisata alam yang luar biasa, namun memiliki risiko geografis yang tidak bisa diremehkan.
Fakta bahwa para pendaki dapat naik ke area kawah saat jalur resmi ditutup sejak 17 April menunjukkan adanya celah dalam pengawasan.
“Pemerintah Daerah, pengelola kawasan, serta otoritas vulkanologi harus memperkuat sinergi pengawasan di lapangan. Harus ada patroli rutin dan sanksi tegas. Tidak boleh ada toleransi bagi pendakian ilegal, karena ini menyangkut nyawa manusia,” tegas Alqassam.
2. Peningkatan Standar Keamanan Pariwisata Terintegrasi
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Maluku Utara, Alqassam mendorong agar seluruh destinasi wisata di Maluku Utara memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) mitigasi bencana yang jelas dan terintegrasi.
Hal ini meliputi penyediaan sistem peringatan dini (early warning system) yang mudah dipahami wisatawan, rambu-rambu bahaya dalam berbagai bahasa (mengingat tingginya minat WNA), serta edukasi wajib bagi siapa pun yang memasuki kawasan berisiko.
3. Optimalisasi Peran Pemandu Wisata Lokal
Setiap aktivitas pariwisata alam, terutama di kawasan gunung api aktif, harus diwajibkan menggunakan jasa pemandu lokal yang bersertifikasi dan berafiliasi resmi dengan pos pengamatan setempat.
Pemandu lokal bukan hanya petunjuk jalan, tetapi merupakan garda terdepan dalam memastikan keselamatan wisatawan karena mereka memahami karakteristik dan tanda-tanda alam di wilayah tersebut.
“Keamanan dan keselamatan adalah fondasi utama dari industri pariwisata.
Jika kita ingin Maluku Utara dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, maka kita harus mampu menjamin bahwa sistem keamanan pariwisata kita juga berstandar dunia,” tambah Alqassam kasuba
Sebagai penutup, Alqassam Kasuba meminta seluruh elemen masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara, untuk memiliki kesadaran tinggi dalam mematuhi setiap instruksi dan larangan dari otoritas berwenang demi kebaikan bersama. Ia juga mengapresiasi kerja keras Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan para relawan yang tengah berjibaku mengevakuasi korban di tengah ancaman erupsi susulan.
Susan
Media starbpknews id.




