Mesuji -stafbpknews.id.
Lanjutan kedua konfirmasi sertifikat tanah Desa Mukti karya, Kecamatan Panca jaya, kabupaten Mesuji menerima program sertifikat redis di awal tahun 2025 yang sudah di bagikan namun dikotori oleh oknum aparat pemerintah desa dugaan pungli .
Program ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengurus status lahan yang selama ini belum bersertifikat hak milik.Namun rupanya pengurusan sertifikasi lahan diwarnai praktik pungutan liar jutaan rupiah.
Pada pertengahan April 2025, awak media melanjutkan konfirmasi ke pihak warga penerima, menemui beberapa orang warga desa Mukti karya dan meminta mereka bercerita bagaimana praktik pungli itu berlangsung. Rabu,16-5-2025.
Warga pertama yang kami temui, berinisial J. Sebelum bercerita, ia meminta agar identitasnya tak ditulis lugas.
Ketika ditanya awak media berapa bidang dapatnya, iya mengatakan “Kulo entok sak bidang,duete mawon Kulo kumpul-kumpol seket sak bulan kadang-kadang satos bar cukup jumok sertifikate, sak uronge Kulo dijak rapat Nang balai deso enek wong BPN juga,kui rapat program sertifikat redis jaree gratis tapi pas Kulo mendet mbayar sejuta sanjange administrasi deso,Yo Kulo mbayar ” ungkap si J.
Ditempat terpisah salah satu warga berinisial S, ketika ditanya terkait buku sertifikat iya menjawab ” memang saya bayar satu juta juga cuma dapat satu buku sertifikat” jelas S.
Dijumpai warga inisial M di rumahnya dan di minta keterangan dari awak media,juga mengatakan hal yang sama juga di mintai uang tebusan sama seperti yang lain”kata M.
Sementara sekdes Mukti karya berinisial ( AS ) saat ditemui di balai desa pada tgl 8-4-2025, Dia mengatakan kalau di desa kami tidak ada pungutan mas, bahkan sertifikat sudah kami kasihkan kewarga KPM(keluarga penerima manfaat) buku sertifikat tanah, tidak ada bayaran warga yang kasi kami makan di warung mereka yang bayarin, sudah kami bagikan ke warga di bulan Januari, iya mengakui ada program redis dan sudah dibagikan tahun kemarin ke warga. “Tapi awak media menjumpai ada beberapa warga yang belum menerima buku sertifikat karna belum ada biaya penebusan uang katanya gratis”….. jumlah buku yang telah dibagikan ± 40 buku. (Tim)




