Bitung,starbpknews.id –Sulut, Praktik kecurangan dilakukan Spekulan diduga salah satu Rumah menjadi sarang penimbunan BBM ilegal. Kelurahan Manembo, Nembo.
Tim awak media dari berbagai media online pada Kamis, 27 Maret 2025, mengungkap modus operandi yang merugikan masyarakat kecil dan memperkaya segelintir orang.
Setiap hari, Solar bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak justru diduga dikuasai oleh mafia BBM. Modusnya jelas: pihak spekulan menimbun BBM bersubsidi dan akan di jual dengan keuntungan yang lebih tinggi.
Para Mafia akan menjual kembali jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp6.800 per liter! Para spekulan ini kemudian akan menjual kembali dengan mencari keuntungan yang lebih besar.
Hukum Dilanggar, Rakyat Dikorbankan!
Apa yang akan terjadi jika ini bukan sekadar pelanggaran biasa, tetapi kejahatan ekonomi! Praktik ini jelas melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang telah diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.
Mereka yang terbukti menyalahgunakan BBM bersubsidi bisa dikenai hukuman hingga enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 miliar! Namun, hingga kini, belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
Seorang warga yang identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekecewaannya terhadap praktik kotor ini.
Sampai kapan ini dibiarkan? Kami mendesak pihak terkait Hiswana Migas harus lebih ketat dalam penyaluran BBM.
Di Mana APH, Mengapa Diam???
Yang menjadi pertanyaan besar: Mengapa aparat belum bertindak? Jika dugaan ini benar, maka ini benar ada yang bermain, tetapi ada jaringan mafia yang lebih besar mengendalikan distribusi BBM subsidi di wilayah ini. Apakah ada oknum yang ikut diuntungkan?
Upaya konfirmasi sudah dilakukan, tetapi hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih bungkam! Sikap diam ini semakin menguatkan dugaan adanya kongkalikong yang melibatkan lebih dari satu pihak.
Masyarakat Berontak !!!
Kasus ini hanyalah salah satu dari banyaknya dugaan penyimpangan BBM subsidi yang terjadi di berbagai daerah.
Jika aparat tidak segera bertindak, maka rakyat yang seharusnya mendapatkan haknya akan terus menjadi korban kerakusan para mafia BBM!
Media ini akan terus mengawal kasus ini dan meminta para spekulan harus di tindak.
Namun satu hal pasti, jika kejahatan ini terus dibiarkan, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum akan semakin runtuh!
Sumber : Tim Red
Pewarta : Syarif Syukur



