Deteksi Dini Gangguan Pendengaran: OAE dan Audiometri sebagai Solusi” RSUD dr. Sayidiman Magetan Hadirkan inovasi terbaru”

Magetan starbpknews.id – RSUD dr. Sayidiman terus berinovasi dalam memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Terbaru, rumah sakit milik pemerintah daerah ini resmi menghadirkan layanan Otoacoustic Emission (OAE) dan Audiometri, sebagai bagian dari upaya deteksi dini gangguan pendengaran, khususnya pada bayi atau individu dengan keluhan pendengaran dan berkomunikasi dengan baik.

Manfaat penggunaan OAE sebagai berikut:

1.Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Bayi dan Anak-Anak
OAE banyak digunakan untuk skrining pendengaran pada bayi baru lahir atau anak-anak yang belum bisa berbicara. Gangguan pendengaran yang terdeteksi sejak dini akan memungkinkan intervensi lebih cepat untuk mengurangi dampak negatif terhadap perkembangan bahasa dan komunikasi anak.
2.Pemeriksaan Fungsi Koklea
OAE dapat digunakan untuk memeriksa fungsi koklea, terutama untuk mengetahui apakah ada kerusakan pada sel rambut dalam koklea yang mempengaruhi pendengaran.
3.Diagnosis Gangguan Pendengaran Non-Invasif
OAE adalah metode pemeriksaan yang non invasif dan sangat sensitif dalam mendeteksi gangguan pendengaran. Prosesnya cepat, aman, dan nyaman, membuatnya sangat ideal untuk digunakan pada pasien bayi atau orang dengan kebutuhan khusus.
4.Pemantauan Pasca-Treatment
OAE juga digunakan untuk memantau pasien yang sedang menjalani pengobatan atau terapi yang dapat mempengaruhi pendengaran, seperti penggunaan obat-obatan ototoksik yang dapat merusak telinga bagian dalam.

Pentingnya Pemeriksaan OAE
Pemeriksaan OAE memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi kesehatan telinga, khususnya pada bayi dan anak-anak yang belum dapat berkomunikasi dengan baik. Deteksi dini terhadap gangguan pendengaran sangat krusial untuk mencegah keterlambatan dalam perkembangan bicara dan bahasa, yang sangat penting untuk perkembangan sosial dan pendidikan anak.
OAE juga bermanfaat untuk mendeteksi gangguan pendengaran sensorineural, yaitu gangguan pendengaran yang berasal dari kerusakan pada telinga bagian dalam atau saraf pendengaran. Oleh karena itu, pemeriksaan OAE dapat menjadi alat diagnostik yang sangat berguna dalam upaya menjaga kesehatan pendengaran secara keseluruhan.

Sementara itu, audiometri digunakan untuk mengukur ambang pendengaran seseorang secara menyeluruh. Pemeriksaan ini membantu dokter dalam menentukan jenis dan tingkat gangguan pendengaran, serta perencanaan terapi yang sesuai.
Direktur RSUD dr. Sayidiman magetan dr. ROCHMAD SANTOSO, menyampaikan bahwa kehadiran layanan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT).

Dokter Klinik THT RSUD dr Saydiman Magetan, dr Khabiburrokhman mengatakan, bahwa sekarang rumah sakitnya sudah mempunyai dua alat baru tersebut untuk membantu mendiagnosa awal gangguan pendengaran yang dikeluhkan pasien.

“Dengan adanya fasilitas OAE dan audiometri, masyarakat Magetan kini tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan layanan deteksi gangguan pendengaran. Kami ingin memastikan semua pasien, terutama bayi baru lahir, mendapatkan skrining pendengaran sejak dini agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.

Pemeriksaan OAE dan audiometri di RSUD dr. Sayidiman sudah dapat diakses oleh masyarakat mulai bulan ini,
Untuk informasi dan pendaftaran, masyarakat dapat menghubungi layanan informasi RSUD dr. Sayidiman atau melalui aplikasi layanan rumah sakit.

Starbpknews-red-widodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *