Samosir/Berita Daerah/Starbpknews.id
Kabupaten Samosir terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara. Selain terkenal dengan Danau Toba, Waterfront City Pangururan, Panorama Tele, dan Bukit Holbung, Samosir juga memiliki objek wisata spiritual yang unik dan sarat dengan nilai budaya, yaitu Aek Sipitu Dai yang terletak di Kecamatan Sianjur Mulamula.
Makna Aek Sipitu Dai
Aek Sipitu Dai, yang berarti “Air Tujuh Rasa”, merujuk pada sebuah sumber mata air yang memancar melalui tujuh pancuran berbeda. Setiap pancuran ini dipercaya memiliki khasiat tersendiri sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat. Adapun ketujuh pancuran tersebut adalah:
1. Aek Pangulu Raja (Air untuk Raja)
2. Aek Raja Doli (Air untuk Pemuda)
3. Aek Hela (Air untuk Menantu Laki-laki)
4. Aek Sibaso Bolon (Air untuk Bidan)
5. Aek Namardenggan Daging (Air untuk Ibu Hamil)
6. Aek Na Marbaju (Air untuk Anak Gadis)
7. Aek Poso-Poso (Air untuk Bayi).
Tradisi Mangengge Boni di Aek Sipitu Dai Tuai Apresiasi Berbagai Pihak
Ritual dan Kepercayaan di Aek Sipitu Dai
Wisatawan yang berkunjung ke Aek Sipitu Dai diwajibkan melepas alas kaki sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat yang dianggap sakral ini. Pancuran terbagi menjadi dua ruangan, dengan empat pancuran di ruangan pertama dan tiga pancuran di ruangan kedua.
Banyak pengunjung yang mandi di pancuran ini atau membawa pulang air dalam jerigen karena percaya bahwa air tersebut dapat memberikan manfaat, mulai dari jodoh, kesembuhan penyakit, hingga kelancaran rezeki.
Songli Limbong, pemandu wisata setempat, menjelaskan bahwa sejak dahulu Aek Sipitu Dai dianggap sebagai tempat yang sakral. Selain untuk menikmati keindahan alam, banyak pengunjung yang datang untuk melakukan ritual spiritual.
“Sumber air ini terletak tepat di bawah pohon beringin besar, dengan debit yang stabil sepanjang tahun. Selain untuk ritual, banyak pengunjung yang datang untuk merasakan aura spiritualnya,” ujar Songli saat bersama anggota tim pengelola BUMDes Aek Sipitu Dai Maduma, Jusden Sitanggang.
(M Siboro korwil Sumut)




