Banyuwangistarbpknews.id,__Desa Tegalsari menggelar pawai karnaval dan sound Horeg memeriahkan HUT kemerdekaan ke 80 RI. Kegiatan tersebut dihadiri plt camat Tegalsari Danramil dan Kapolsek setempat. Ribuan penonton memadati sepanjang jalan dari start hingga finish.
Kepala Desa Tegalsari H. Boniran mengibarkan bendera sebagai tanda start dimulai pawai karnaval budaya peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Dentuman musik dari deretan sound horeg menggema di sepanjang jalan daerah Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Rabu malam Kamis (03/9/2025).
Ribuan warga tumpah ruah ke jalan, berjubel menyaksikan kemeriahan karnaval budaya yang digelar dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Pawai tersebut dimulai pukul 16.00 WIB, Kepala Desa Tegalsari H. Boniran, mengibarkan bendera sebagai tanda dimulainya arak-arakan. Dari lapangan Tegalsari, para peserta bergerak menyusuri jalan daerah hingga finish, sebelum sampai finish di depan balai Desa berhenti sebagai tempat performa menyuguhkan tarian kreasi baru yang dimainkan para penari dance. Di tempat tersebut ada dewan juri untuk menilai performa masing-masing group sound Horeg serta dancenya,yang nantinya para peserta pawai karnaval mendapatkan door fresh oleh panitia penyelenggara dengan beragam hadiah.
Sepanjang jalur karnaval, masyarakat tampak berbondong-bondong memadati bahu jalan. Di sela keramaian, pedagang makanan dan minuman ikut meraup berkah dari momentum tahunan ini.
Karnaval ini tak sekadar pawai. Setiap kelompok peserta menampilkan atraksi budaya, tarian, hingga parade kostum unik. Mulai dari pakaian adat nusantara, seragam militer, hingga kostum pejuang dengan wajah dan pakaian berlumuran cat merah sebagai simbol perlawanan rakyat. Tua-muda bergantian menari di hadapan tamu undangan selama sepuluh menit, sebelum digantikan peserta berikutnya.
“Acara ini sudah menjadi tradisi warga Desa Tegalsari yang beda penampilan group sound Horeg. Antusias masyarakat semakin meningkat dari tahun ke tahun,” kata Kades H. Boniran.
Ia berharap,” Karnaval budaya dapat terus menjadi wadah kebersamaan sekaligus momentum mempererat silaturrahmi antar warga.
Ia menambahkan,” Karnaval ini memberi banyak dampak positif. Selain menumbuhkan semangat nasionalisme, kegiatan ini juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Sepanjang jalan terlihat banyak warga yang menjual hasil dagangannya. Kegiatan ini memberikan multiplayer effect yang signifikan bagi UMKM.
“Peringatan kemerdekaan bukan hanya sekadar pesta rakyat, tetapi juga pengingat bahwa setiap profesi memiliki peran dalam mengisi kemerdekaan. “Petani berjuang di bidang pertanian, jurnalis dengan karya jurnalistiknya, dan DPRD memperjuangkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.
Gebyar karnaval budaya Desa Tegalsari kali ini bukan hanya perayaan, bukan hanya perayaan, melainkan pesta kebersamaan yang mengakar kuat di hati warga. kegiatan ini terus berlangsung dengan inovasi-inovasi baru, sehingga HUT RI mendatang bisa semakin semarak.
Luar biasa, terlihat Kades Tegalsari H. Boniran turun dari pentas untuk berbaur dan memberi support menari bareng dengan pedance sound Horeg disaksikan ratusan penonton.
( A. Jwn bpk)




