Bupati Ketapang Akan Hadiri Pembukaan Open Turnamen Mungguk Cup 2025, di Dusun Silingan,Desa Mekar Utama.

Ketapang,starbpknews.id–Kalbar, Tim awak media starbpknews,saat mengkonfirmasi ketua panitia open turnamen mungguk cup,Kristian Didi,menjelaskan bahwa benar adanya kegiatan tersebut

Dijelaskan kegiatan akan dilaksanakan dalam waktu dekat,penutupan pendaftaran tanggal 9/05/2025,dan akan dilanjutkan Technical meeting pada 11/05/2025,dan acara pembukaan akan dilaksanakan pada tanggal 12/05/2025,

Pembukaan Open turnament Mungguk Cup,akan dibuka langsung oleh bupati ketapang,dan dihadiri bapak DPRD dapil 6,kabupaten ketapang,bapak kapolres ketapang,serta jajaran pemerintahan.

Desa,dan,kecamatan,Kapolsek,Damramil,Danlanal,kec. kendawangan ,serta DAD(Dewan Adat Dayak),Pastor Paroki kec. kendawangan,dan juga para donatur yang telah mensponsori acara

Ini tentu merupakan momen yang bersejarah bagi kami khususnya Dusun silingan/Sukaria,mengingat kampung kami ini merupakan kampung yang terlupakan dan terabaikan selama 79 tahun indonesia merdeka.

Dimana bisa dilihat dari segi aspek pembangunan,jalan,air bersih,listrik dan masih banyak lainnya,sama sekali tak tersentuh sama sekali tangkasnya.

Berkaitan dengan tema ini juga menarik ,dimna tema ini digagas oleh seorang tokoh Agama ,yaitu pastor paroki kec.kendawangan pastor Bangun ,biasa disapa Rhomo Bangun,

Tema ini bertujuan untuk menyatukan masyarakat dalam iman ,dimna masyarakat dulu satu rumpun atau satu kampung ,yaitu kampung/pedukuhan MUNGGUK,diketahui kampung mengguk ini sudah tidak dihuni lagi,namun melukiskan sejarah panjang bagi peradapan sekarang.

Dimana kampung Mungguk ini adalah kampung utama,kemudian sebagian penduduk nya bergeser dan mendirikan pedukuhan baru,mulai dari kampung,Parung,Brayun,Silingan,Sungai,Nipah,Pangkutan barulah Sunggai Gantang,yang dari dulu menjadi pusat Desa dan lintas jalan provinsi.

Penduduk,aslinya,menempati,Dusun Silingan,sukaria,dan kelukup belantak.yang dulu nya satu sekarang sudah terpisah menjadi tiga kampung.hal ini tentunya banyak meninggalkan kenangan

Sejarah masa lalu dan berharap semangat iman kegotong royongan masih bisa bersatu lagi dalam memperjuangkan kampung silingan yang sekarang tinggal berjuang sendiri ditengah himpitan dan jeritan akan keadilan kemerdekaan republik indonesia.

Masyarakat berharap ditahun selanjutnya akan membawa perubahan bagi kampung silingan dengan dukungan pemerintah dan harus menjadi perhatian khusus tangkasnya.

Sumber  : Natalius

Pewarta : Syarif Syukur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *