LABUHA –starbpknesw id Polemik soal Perusahan Daerah (Perusda) Prima Niaga Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara terus bergilir.
Pasalnya tuduhan aset Prima Niada tak terurus oleh pengurus serta penyalahgunaan anggaran penyertaan modal miliaran rupiah dari Pemda Halsel dibantah.
Bantahan itu dilontarkan langsung Direktur Perusda Prima Niaga Halsel Abdul Hamid Sowakil.
Lelaki asal Buru Selatan Provinsi Maluku itu membantah dugaan penelantaran aset Prima Niaga dan pengelolaan anggaran miliaran itu secara cuma-cuma.
“Mohon maaf sudara, ini ini keliru dan baiknya bisa langsung datang di kantor Perusda untuk konfirmasi langsung karena kami kerja sejauh ini tetap dengan penuh hati-hati dan dipertanggung jawabkan secara profesional kepada Pemda juga DRPD Halsel, ” kata Hamid pekan kemarin.
Hamid mengaku setiap akhir tahun Perusda Prima Niaga Halsel selalu menyampaikan buku laporan akhir tahun. Selain itu, Prima Niaga juga menyampaikan laporan paska diaudit oleh akuntan publik eksternal secara transparan.
“Disetiap akhir tahun tutup buku laporan Perusda disampaikan setelah diaudit oleh Akuntan Publik Eksternal secara transparan,” papar Hamid yang juga Dosen Universitas Ibnu Chaldun Jakarta itu. Sembari menyebut komunikasi via hanpone tidak efektif dan takutnya ada paham.
Hamid menyarankan agar awak media mendatangi kantor Perusda Prima Niaga yang berlokasi di GOR GBK Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan untuk mengkonfirmasi langsung ke pengurus Prima Niaga.
Permasalahan di tubu Perusda Prima Niaga sebelumnya disorot oleh Pergerakan Aktifis Demokrasi (Parade) Maluku Utara.
Ketua Parade Maluku Utara Sahmar M. Zen menuding pengurus Perusda terkesan habiskan uang dan tidak berdampak kepada masyarakat Halsel.
Selain Parade Maluku Utara, Gufran Mahmud anggota DPRD Halsel empat periode itu menanggapi masalah du tubu Perusahan milik Pemerintah Halsel itu.
Politis senior Partai Golongan Karya (Golkar) Halsel itu mengaku bakal melakukan pemanggilan terhadap pengurus Perusda Prima Niaga.(Del)




