Sanggau, Polda Kalbar – Sekitar 600 warga Muslim Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, mengikuti Salat Istisqa di halaman Masjid At Taqwa, Dusun Balai Karangan I, Desa Balai Karangan, Kamis (3/9/2026) pagi. Salat khusus memohon turunnya hujan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau panjang dan kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Sanggau.
Kegiatan berlangsung mulai sekitar pukul 07.30 WIB hingga selesai. Salat Istisqa diikuti unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Muslim Kecamatan Sekayam yang bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan.
Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan Salat Istisqa yakni Ustadz Santoso selaku Ketua Ta’mir Masjid At Taqwa, sedangkan khotbah disampaikan Ustadz Mustaqim, S.Pd.I. Dalam khotbahnya, jemaah diajak menyadari bahwa air dan hujan merupakan rahmat Allah SWT yang sangat dibutuhkan seluruh makhluk hidup.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf. Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., serta Tim Mabes TNI yang terdiri dari Brigjen TNI Zulfirman Chaniago, S.I.P., M.Han., Mayor Inf. Nur Wachid, Letkol Mar. Hana Prasetiyaji dan Kolonel Inf. Marzuki.
Hadir pula Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., yang mewakili unsur kepolisian dalam kegiatan tersebut. Selain itu, hadir Kasi Tapem Kecamatan Sekayam Khairul Fahruzy, S.IP., Danramil 1204-02/Sekayam Kapten Inf. Jufri, Kepala KUA Kecamatan Sekayam Harbani, S.H.I., Ketua MABM Kecamatan Sekayam Abang Suryadi, S.H., Kepala Desa Balai Karangan Erzan, anggota Polsek Sekayam, anggota Koramil Sekayam, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam khotbahnya, Ustadz Mustaqim mengajak seluruh jemaah memperbanyak istighfar, bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Kondisi kemarau panjang dan jerebu yang dirasakan masyarakat, menurutnya, menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan Tuhan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan menghentikan kebiasaan yang dapat menyebabkan kerusakan, khususnya pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran, asap dan jerebu. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan harus berjalan seiring dengan ikhtiar spiritual melalui doa dan peningkatan amal kebajikan.
Kapolsek Sekayam mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mengajak seluruh pihak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah kondisi kemarau dan kabut asap.
“Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang bermanfaat. Di sisi lain, kita juga harus terus berusaha menjaga lingkungan, mencegah kebakaran lahan dan membantu masyarakat yang terdampak kondisi asap,” ujar AKP Sutikno.
Menurutnya, penanganan dampak kemarau dan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh warga agar upaya pencegahan kebakaran maupun perlindungan terhadap masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Suasana Salat Istisqa berlangsung khidmat. Ratusan jemaah menundukkan kepala dan memanjatkan doa agar hujan segera turun, kekeringan berakhir, udara kembali bersih, serta masyarakat diberikan kesehatan dan keselamatan. Doa juga dipanjatkan agar hujan yang turun nantinya menjadi hujan rahmat dan tidak menimbulkan bencana.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menghadapi bencana asap membutuhkan dua sisi ikhtiar, yakni doa dan tindakan nyata. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.
Melalui Salat Istisqa ini, masyarakat Kecamatan Sekayam menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau dan kabut asap. Pemerintah dan aparat juga terus mendorong kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan, memperkuat gotong royong serta bersama-sama mencegah karhutla demi keselamatan dan kesehatan seluruh warga Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
Kaperwil.ALantitus Batuah C.JI, J,LWI.
