TINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN: MIN 8 ACEH TENGGARA TERAPKAN FULL DAY SCHOOL, PEMBEKALAN FARDHU KIFAYAH, DAN LIFE SKILL SAPU IJUK 

 

 

 

KUTACANE- Starbpknews.id

15 Agustus 2026 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Kabupaten Aceh Tenggara terus berinovasi dalam memajukan kualitas pendidikan dasar dengan meluncurkan serta memperkuat sejumlah program unggulan terpadu. Inisiatif strategis ini menggabungkan penguatan akademis, pendalaman karakter keagamaan, serta pembekalan keterampilan praktis berbasis kearifan lokal.

 

 

Rincian Program Ekstrakurikuler Unggulan

Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri, MIN 8 Aceh Tenggara menghadirkan tiga pilar program utama:

1. Program Full Day School plus Tahfidz Al-Qur’an

Pembelajaran diperpanjang hingga sore hari yang mengintegrasikan kurikulum akademis dengan pendalaman Al-Qur’an.

Program Tahfidz Al-Qur’an saat ini telah berhasil diimplementasikan secara intensif di dua kelas, yaitu kelas 1 dan kelas 2.

2. Program Penguatan Ibadah. Terapan

Penguatan aspek keagamaan difokuskan pada pemahaman dan praktik Fardhu Kifayah.

Para siswa dibekali pelatihan praktis tata cara pengurusan jenazah, meliputi pelaksanaan sholat jenazah, Pembacaan talqin, hingga tata cara ziarah kubur sesuai tuntunan syariat.

3. Program Life Skill Berbasis Kearifan Lokal

Pelatihan keterampilan hidup difokuskan pada pemanfaatan potensi lokal, yaitu pembuatan kerajinan sapu ijuk.

 

Program ini bertujuan untuk melatih motorik, kemandirian, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa sejak dini.

 

Pernyataan Kepemimpinan

Kepala MIN 8 Aceh Tenggara, Wahyudin Kusomo, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa integrasi program ini dirancang untuk menjawab tantangan masa depan anak didik secara menyeluruh.

 

 

“Kami ingin memastikan bahwa lulusan MIN 8 Aceh Tenggara tidak hanya memiliki hafalan Al-Qur’an dan keunggulan akademis, tetapi juga menguasai praktik ibadah Fardhu Kifayah yang sangat dibutuhkan masyarakat, serta memiliki keterampilan kerja nyata melalui kerajinan lokal,” tegas Wahyudin Kusomo.

 

 

Dampak dan Harapan

Inovasi dan pengembangan program di MIN 8 Aceh Tenggara ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua murid serta tokoh masyarakat. Program ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi contoh penerapan pendidikan karakter terpadu di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.

 

Kaperwil Nasional Starbpknews.id : LIKAPRI SELIAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *