Dugaan Penculikan Anak Kembar: Ibu Kandung di Payakumbuh Meratap, Anak Dikuasai Sepupu Istri Seorang Dokter

Payakumbuh — starbpknews.id — Rasa rindu dan kekhawatiran mendalam menyelimuti hati Rika Erlianti, warga Kelurahan Subarang Batuang, Kecamatan Payakumbuh Barat. Selama dua bulan terakhir, ia tidak pernah bisa bertemu lagi dengan salah satu putri kembarnya, NU (8 tahun), yang diduga dikuasai dan disembunyikan secara tidak sah oleh sepupunya sendiri, berinisial Put.

 

Kejadian ini bermula sejak 24 April 2026. Sejak hari itu, akses Rika untuk menemui dan mengasuh anaknya seolah tertutup rapat. Berulang kali ia meminta agar NU dipertemukan, namun permohonannya selalu diabaikan.

 

“Sudah dua bulan berlalu, saya tak pernah menjumpai wajah anak saya. Sudah berkali-kali meminta kepada Put, tapi jawabannya selalu mengelak dan NU tidak pernah diperlihatkan. Rasanya sangat sakit sebagai seorang ibu dipisahkan dari darah daging sendiri,” ujar Rika dengan nada terbata-bata kepada awak media, Minggu (28/6/2026).

 

Melihat jalan damai buntu, Rika akhirnya mengambil langkah hukum. Ia resmi melaporkan peristiwa ini ke Polres Payakumbuh sejak 7 Mei 2026, berharap aparat segera menindaklanjuti dan mengembalikan hak asuhnya secara wajar.

 

Dari penelusuran media, terungkap bahwa Put adalah istri dari seorang dokter berinisial Fit yang memiliki tempat praktik di wilayah Kelurahan Padang Tinggi Piliang. Status sosial tersebut justru membuat Rika makin bingung, mengapa seseorang yang dianggap memiliki kedudukan justru mengambil langkah yang dinilai melanggar hak orang lain dan kepentingan anak.

 

Sebagai bukti sah, Rika memperlihatkan dokumen resmi berupa Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga yang menegaskan bahwa NU adalah anak kandungnya. Dokumen ini memperkuat dugaan bahwa Put secara sepihak telah merenggut anak tersebut, sekaligus memisahkan NU dari saudara kembarnya yang masih tinggal bersama ibu kandungnya.

 

“Bagaimana mungkin seorang ibu harus kehilangan hak mengasuh anaknya sendiri? Apalagi ini dilakukan oleh keluarga dekat. Kami berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini, demi masa depan anak yang haknya terpisah dari orang tua kandungnya,” pungkas Rika penuh harap.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak berinisial Put maupun suaminya. Masyarakat pun menanti kejelasan proses hukum agar hak asuh anak dikembalikan kepada pihak yang berwenang secara hukum dan alamiah.

 

( Mahwel )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *