SISWA SMPN 47 BULUKUMBA BELAJAR DI KANTOR BUPATI, KAGUM LIHAT KOTA DARI ATAS GEDUNG PINISI
BULUKUMBA Star BPK News id Senin, 22 Juni 2026, suasana belajar SMP Negeri 47 Bulukumba pindah ke Kompleks Perkantoran Pemkab Bulukumba. Tiga puluh siswa menggelar field trip ke Gedung Ammatoa dan Gedung Pinisi untuk belajar langsung tentang pemerintahan dan pelayanan publik.
Kegiatan ini diikuti 30 siswa kelas 8 didampingi 7 guru. Rombongan diterima Sekretaris Dinas DPPKBPPPA Bulukumba, Andi Aisyah Pandita, yang memandu kunjungan ke setiap OPD di dua gedung tersebut.
Tujuan utama kunjungan adalah menambah wawasan peserta didik. Siswa diajak melihat tugas pokok dan fungsi 18 perangkat daerah, serta cara ASN melayani masyarakat setiap hari. Teori di buku PPKn dipraktikkan langsung di lapangan.
Kunjungan dimulai dari Gedung Ammatoa yang menampung 10 OPD. Siswa berkeliling ruang kerja, melihat proses administrasi, lalu pindah ke Gedung Pinisi yang menjadi kantor 8 OPD lainnya. Setiap ruangan dijelaskan fungsi dan layanannya.
Antusiasme siswa terlihat saat berdialog dengan aparatur sipil negara. Mereka aktif bertanya tentang alur pelayanan, pembuatan dokumen, hingga program pemerintah daerah. Interaksi langsung membuat suasana belajar jadi hidup.
Puncak acara ada di lantai teratas Gedung Pinisi. Dari ketinggian itu, para siswa menikmati panorama Kota Bulukumba sekaligus melihat dekat replika Perahu Pinisi yang menjadi ikon gedung dan kebanggaan daerah.
Senang sekali Bu. Baru pertama kali ke kantor bupati. Gedungnya bagus, fasilitas lengkap, bikin nyaman kerja,” ujar Aulia Musdalifah, siswa kelas 8. Ia mengaku wawasannya bertambah setelah lihat langsung dunia pemerintahan.
Kepala SMPN 47 Bulukumba, Ahirah, bersyukur anak didiknya disambut baik. Ia bangga siswa bisa belajar dengan bimbingan langsung bapak-ibu ASN dari berbagai OPD. “Ini pengalaman berharga bagi mereka,” katanya.
Kegiatan ini berawal dari program Sekolah Siaga Kependudukan beberapa waktu lalu. Ketua TP PKK Bulukumba Andi Herfida Muchtar yang jadi narasumber saat itu merekomendasikan studi tour ke Gedung Ammatoa dan Pinisi.
Selain kantor bupati, sekolah juga merencanakan kunjungan ke bantilang perahu di Tana Beru, Bontobahari. Tujuannya agar
siswa memahami warisan budaya pembuatan perahu Pinisi yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda
Editor Andi Mustafa



