STARBPKNEW.ID | SUKABUMI – Pelaksanaan acara pelepasan dan perpisahan siswa kelas VI SDN Jelegong yang digelar pada Minggu (21/6/2026) menuai sorotan. Selain adanya kegiatan basah-basahan dengan mengguyurkan air kepada para siswa, sikap Kepala Sekolah SDN Jelegong, Wawan Suhenday, juga mendapat perhatian dari kalangan media.
Pada acara tersebut, para siswa kelas VI terlihat mengikuti kegiatan perayaan kelulusan dengan cara saling mengguyur air yang berasal dari tangki penampungan. Sejumlah pihak mempertanyakan aspek kebersihan dan kelayakan air yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Pasalnya, tidak ada informasi yang jelas mengenai standar higienitas air yang disiramkan kepada para siswa.
Di tengah berlangsungnya kegiatan, seorang awak media yang hadir berupaya melakukan dialog dan meminta keterangan terkait pelaksanaan acara. Namun, menurut pengakuan media yang bersangkutan, Kepala Sekolah SDN Jelegong dinilai kurang responsif dan tidak menunjukkan sikap yang mencerminkan pelayanan yang baik kepada tamu maupun insan pers.
Awak media tersebut mengaku tidak mendapatkan sambutan yang semestinya saat menjalankan tugas jurnalistik. Bahkan, ketika hendak melakukan konfirmasi, kepala sekolah disebut meninggalkan lokasi tanpa memberikan penjelasan yang memadai terkait kegiatan yang sedang berlangsung.
Sikap tersebut dinilai kurang mencerminkan etika pelayanan publik, terlebih seorang kepala sekolah merupakan figur yang seharusnya memberikan contoh dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, termasuk dengan media sebagai mitra penyebarluasan informasi.
Melalui pemberitaan ini, diharapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dapat memberikan pembinaan dan arahan kepada seluruh kepala sekolah agar senantiasa mengedepankan etika komunikasi, keterbukaan informasi, serta pelayanan yang baik kepada masyarakat dan insan pers.
Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik secara objektif dan berimbang. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis antara lembaga pendidikan dan media diharapkan dapat terus terjalin demi terciptanya transparansi dan akuntabilitas dalam dunia pendidikan.*




