Gerakan Hijau Mahasiswa dan Pelajar Aceh Utara Selamatkan Bantaran Sungai

ACEH UTARA. Starbpknews.id – Deretan bibit bambu, aren, mangga hingga durian tampak berjajar di tepi bantaran Sungai Matangkuli, Kamis (7/5/2026). Di bawah terik matahari pagi, mahasiswa, pelajar, aparatur pemerintah dan masyarakat turun langsung ke lokasi melakukan aksi revegetasi di Gampong Parang Sikureung, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara.

 

Kegiatan yang digagas organisasi mahasiswa Lumbung Informasi Mahasiswa Matangkuli (LIMA) itu menjadi potret kolaborasi lintas generasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem sungai.

 

Aksi penghijauan tersebut mendapat dukungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia (LPLHa) melalui program Dana Nusantara (DANUS).

 

Suasana bantaran sungai yang sebelumnya dipenuhi semak kini berubah menjadi ruang edukasi lingkungan terbuka. Para peserta terlihat membawa cangkul, bibit tanaman dan perlengkapan penanaman sambil bergotong royong menata area riparian sungai.

 

Kegiatan itu turut melibatkan Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka SMAN 1 Matangkuli sebagai panitia lokal. Hadir pula unsur Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai dari Bappeda, DLHK, Disbunaskewan, Disporapar, Muspika Matangkuli, Imum Mukim, Geuchik hingga petani sekitar bantaran sungai.

 

Ketua LIMA, Mufaddhal atau yang akrab disapa Agam mengatakan, gerakan revegetasi tersebut bukan sekadar menanam pohon, tetapi menjadi investasi ekologis dan sosial bagi masa depan masyarakat.

 

“Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Ketika hari ini kita menanam kepedulian terhadap alam, maka di masa depan kita akan memanen kehidupan yang lebih baik,” ujar Agam.

 

Menurutnya, revegetasi bantaran sungai sangat penting untuk membantu mencegah abrasi dan erosi, sekaligus menjadi media edukasi bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup.

 

Sementara itu, Geuchik Parang Sikureung, Jumadi menyebutkan kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam menjaga kawasan sungai yang memiliki peran vital bagi kehidupan warga sekitar.

 

Sebanyak 600 batang pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, terdiri dari bambu, aren serta tanaman produktif bernilai ekonomis seperti mangga dan durian.

 

“Tanaman ini tidak hanya berfungsi menjaga bantaran sungai secara ekologis, tetapi juga memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” jelas Jumadi.

 

Momen seremoni penanaman oleh para perwakilan instansi dan peserta menjadi penanda dimulainya program Revegetasi dan Agroforestri Riparian di Bantaran Sungai Parang Sikureung.

 

Aksi hijau mahasiswa dan pelajar di Matangkuli itu diharapkan mampu menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga ekosistem sungai sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan di Aceh Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *