PEDAGANG PASAR IBUAH BARAT Sampaikan Keluhan Rencana Pemindahan, komisi B cepat Tanggap, Janji Lakukan Pemantauan dan Musyawarah Bersama

Payakumbuh, — starbpknews.id — 4 Mei 2026 –puluhan pedagang mewakili pedagang Pasar Ibuah Blok Barat memadati ruang rapat DPRD Kota Payakumbuh pada Senin (4/5) untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan yang mereka hadapi. Kegiatan rapat dengar pendapat yang dipimpin langsung oleh anggota Komisi B DPRD, Ainul Farhan, ini telah lama ditunggu-tunggu oleh para pedagang dan berlangsung dengan suasana aman, tertib, dan terkendali. Seluruh unek-unek serta permasalahan yang dihadapi warga pedagang disampaikan secara terbuka dan jujur kepada perwakilan rakyat.

 

Sudah beberapa hari lamanya, para pedagang telah menyampaikan surat pernyataan dan pengaduan resmi, namun hingga saat ini belum mendapatkan penjelasan yang memadai terkait rencana pemindahan tempat berjualan mereka. Dalam kesempatan ini, seluruh permasalahan yang terjadi di pasar beberapa hari belakangan ini disampaikan secara gamblang oleh para pedagang kepada anggota DPRD.

 

“Kami seluruh pedagang tidak bersedia jika harus dipindahkan ke lantai dua. Selama ini kami tidak pernah diberitahu sama sekali sejak awal mengenai rencana pemindahan tempat berjualan ini. Apalagi kondisi pasar saat ini sudah dikatakan sepi dari pengunjung dan pembeli, bagaimana kami bisa bertahan jika dipindahkan ke lantai dua yang dipastikan lebih jarang dikunjungi orang? Penjualan kami pasti akan semakin tertekan dan menurun drastis, bahkan berisiko membuat kami tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar perwakilan pedagang yang mewakili seluruh rekan-rekannya, dengan nada keluhan yang terasa menyentuh.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pokja Pasar Ibuah turut mengapresiasi sikap Komisi B DPRD yang bersedia menerima aspirasi dan keluhan para pedagang. Ia berharap perwakilan rakyat tersebut dapat memperjuangkan nasib seluruh pelaku usaha di Pasar Ibuah Barat agar mendapatkan keadilan dan perlindungan yang layak.

 

Sementara itu, Dedi Hendri, pedagang daging di Pasar Ibuah yang akrab disapa Asenk, juga menambahkan harapannya. Ia meminta agar anggota DPRD Komisi B tidak hanya mendengar dari penjelasan tertulis atau laporan, melainkan turun langsung ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi dan situasi yang sebenarnya terjadi di lokasi pasar.

 

Keluhan dan harapan yang disampaikan pun diterima dengan baik dan ditanggapi secara serius oleh anggota Komisi B DPRD. Ainul Farhan menegaskan akan menindaklanjuti permasalahan ini demi kepentingan seluruh pihak yang terlibat.

 

“Kami akan segera memanggil bagian yang menangani urusan UMKM untuk menanyakan langsung permasalahan ini. Selain itu, kami juga akan turun langsung ke lokasi Pasar Ibuah Barat untuk melihat kondisi dan situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan, sebagaimana yang diharapkan oleh saudara-saudara pedagang sekalian,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa permasalahan yang dihadapi para pedagang harus diselesaikan melalui jalur musyawarah bersama, bukan dengan keputusan yang diambil sepihak tanpa melibatkan pihak yang terkena dampak. “Kami sendiri baru mengetahui hal ini terjadi. Oleh karena itu, mari kita selesaikan bersama-sama, cari jalan keluar terbaik yang tidak merugikan salah satu pihak. Kami akan segera mengundang seluruh pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan terkait pasar ini untuk mengadakan pertemuan guna membahas semua kemungkinan solusi,” ungkapnya.

 

Dengan janji tindak lanjut yang jelas dan sikap tanggap yang ditunjukkan oleh perwakilan rakyat, suasana yang awalnya tegang dan penuh kekhawatiran berubah menjadi lebih nyaman. Para pedagang pun merasa hatinya sedikit lebih tenang dan gembira, karena mendengar adanya kejelasan dan jaminan bahwa permasalahan mereka akan ditangani dengan baik.

 

Seluruh rangkaian kegiatan penyampaian aspirasi dan rapat dengar pendapat ini berjalan sesuai rencana, tanpa ada peristiwa yang tidak diinginkan. Ke depannya, harapan besar pun muncul di benak para pedagang agar permasalahan yang mereka hadapi segera menemukan solusi yang adil, menguntungkan, dan dapat menjaga kelangsungan usaha mereka di daerah tersebut.

 

( Aweng )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *