Menuju Lomba Sulsel 2027 .Tiga Desa di Rlau Ale Bulukumba Disulap Jadi Desa Cantik

 

*Bulukumba* – Star BPK. News id Langkah serius mewujudkan pembangunan berbasis data dimulai dari desa. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulukumba bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tingkat Kecamatan Rilau Ale, Kamis 16 April 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Bonto Matene itu menetapkan tiga desa sebagai lokus percontohan: Desa Bonto Matene, Desa Tanah Harapan, dan Desa Topanda. Ketiganya akan dibina intensif agar mampu mengelola data statistik secara mandiri untuk perencanaan pembangunan.

Kepala BPS Bulukumba, Herbudiman Suwandi, menegaskan program ini lahir untuk mengubah paradigma. Desa tidak boleh lagi jadi objek pendataan, melainkan subjek yang memproduksi dan memanfaatkan datanya sendiri. “Bayangkan jika hari ini kita tanam benih kesadaran data di tiga desa ini, suatu hari nanti kita panen kebijakan yang tepat guna untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, desa yang punya rancangan teknis berbasis data memiliki peluang lebih besar menyerap alokasi anggaran dan program dari pusat. Karena itu, BPS menargetkan ketiga desa mampu menyusun monografi digital, mengelola website desa, hingga menerbitkan publikasi statistik sendiri.

Komitmen serupa disampaikan tuan rumah, Kepala Desa Bonto Matene Syahiruddin. Ia mengaku bangga desanya dipilih dan siap mendukung penuh seluruh tahapan pembinaan. “Kami berkomitmen agar aparat desa semakin cakap kelola data demi pembangunan yang tepat sasaran,” kata Syahiruddin.

 

Dukungan penuh juga datang dari Camat Rilau Ale, Andi Amaluddin. Agar program tidak berhenti di seremoni, ia akan mewajibkan seluruh usulan Musrenbangdes 2027 dari tiga desa lokus melampirkan data dasar hasil Desa Cantik. “Kalau tidak ada datanya, tidak kita bahas di tingkat kecamatan. Biar Kades serius garap data,” tegasnya.

Sebagai walidata daerah, Dinas Kominfo dan Persandian Bulukumba menegaskan siap mengawal. Kepala Dinas, Andi Uke Indah Permatasari, menyebut data yang akurat, mutakhir, dan terpadu adalah fondasi utama kebijakan. “Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi kuat antara BPS sebagai pembina, Kominfo sebagai walidata, dan pemerintah desa sebagai pelaku utama,” jelas Andi Uke.

Dari sisi perencanaan desa, perwakilan Dinas PMD Fadli Nadjib menilai Desa Cantik akan mengubah cara kerja aparat. Data yang kuat membuat RPJMDes dan RKPDes lebih tajam, tidak lagi sekadar rutinitas administratif. “Desa jadi bisa memetakan potensinya sendiri, transparansi dan akuntabilitas juga lebih terjaga,” ungkapnya.

Usai pencanangan, BPS Bulukumba langsung bergerak. Mulai pekan depan, tim Statistik Sektoral akan melatih lima agen statistik di tiap desa. Materinya fokus pada pemutakhiran data SDGs Desa, penyusunan monografi digital, dan pengelolaan website. Herbudiman menargetkan September 2026 tiga desa ini sudah punya dashboard data mandiri.

Kolaborasi ini diharapkan jadi langkah awal yang solid menuju tata kelola pemerintahan desa berbasis data. Jika berhasil, Bonto Matene, Tanah Harapan, dan Topanda diproyeksikan mewakili Bulukumba di Lomba Desa Cantik Tingkat Sulawesi Selatan 2027.

Dengan data yang benar, pembangunan tak lagi meraba-raba. Dari desa, untuk kesejahteraan warga Bulukumba.

Editor: Andi Mustafa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *