Refleksi Satu Tahun kepemimpinan Pasangan Sakato di kabupaten Limapuluh kota

Limapuluh kota — starbpknews.id — Pasangan Bupati H.Safni dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha (Pasangan Sakato), yang dilantik pada 20 Februari 2025, telah menjalani satu tahun kepemimpinan dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan.

Pada awal kepemimpinan, mereka menolak membeli mobil dinas baru dan mengalihkan anggarannya untuk membeli alat berat eskavator guna menangani risiko bencana alam. Fokus pembangunan tahun pertama mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, peternakan, ekonomi kerakyatan, pelayanan publik, sosial masyarakat, pekerja rentan, dan keagamaan.

Bupati Safni melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Pusat melalui berbagai kementerian dan anggota DPR RI asal Sumatera Barat untuk menyampaikan potensi sumber daya alam dan manusia daerah, serta persoalan infrastruktur jalan, irigasi, normalisasi sungai, pembangunan RSUD di Sarilamak, dan perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau. Di bidang pendidikan, direncanakan pembangunan SMA Taruna Nusantara dan Sekolah Rakyat untuk memberikan akses pendidikan bermutu.

Kegigihan ini berbuah manis, dengan dana miliaran rupiah untuk rehabilitasi daerah irigasi melalui Inpres 2/2025 (total 8,1 miliar untuk empat lokasi). Selain itu, diperoleh bantuan alsintan dan bibit padi unggul untuk mendukung ketahanan pangan, serta bibit ikan unggul untuk budidaya perikanan air tawar. Normalisasi sungai dan pembangunan trotoar 6 KM di Ibu Kota Kabupaten juga mendapat dukungan, bahkan sebagian besar Jalan Payakumbuh-Lintau sudah diperbaiki setelah Menteri PU langsung meninjau kondisi lokasi.

Di bidang keagamaan, Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi juara umum MTQ tingkat Sumbar ke-41. Diluncurkan pula program “Sakato Mangaji” yang mewajibkan siswa membaca Al-Qur’an 15 menit sebelum belajar, serta program “SAKATOLIKO” untuk melindungi pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Wakil Bupati juga meluncurkan branding daerah sebagai “The Central Of Agro” untuk memperkuat citra sebagai pusat agrobisnis dan agroindustri.

( Mahwel )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *