TOBA // Starbpknews.id.
Kamis(5/3/2026)
Balige-
Ramadhan selalu membawa suasana berbeda bagi setiap umat Muslim, termasuk bagi para warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kabupaten Toba.
Di balik jeruji besi yang membatasi kebebasan mereka, para warga binaan tampak khusyuk melaksanakan Shalat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan Shalat Sunnah Tarawih berjamaah.
Dalam keheningan malam Ramadhan, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harapan akan ampunan serta kesempatan memperbaiki diri.
Bagi sebagian warga binaan, Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk merenungi perjalanan hidup, mengingat kesalahan masa lalu, serta berusaha kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebelum pelaksanaan Shalat Tarawih, Ustadz Faturahman Legiman Hutajulu menyampaikan kultum yang sarat makna kepada para jamaah.
Dalam tausiyahnya ia mengangkat tema “Tidak Ada Manusia yang Hidup Tanpa Masalah.”
Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pasti memiliki ujian hidup.
Bahkan sejak zaman para nabi, manusia telah menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya.
“Tidak ada manusia yang hidup tanpa masalah. Bahkan Nabi Adam AS yang hidup penuh kenikmatan di surga pun pernah melakukan kesalahan. Namun Allah SWT Maha Pengampun dan selalu membuka pintu taubat bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya,” ujarnya.
Pesan tersebut memberikan harapan bagi para warga binaan bahwa kesalahan di masa lalu bukanlah akhir dari segalanya.
Masa pembinaan yang sedang dijalani dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang lebih baik.
Ustadz Faturahman juga mengajak para jamaah untuk tetap menjalankan kewajiban sebagai umat Muslim, terutama menjaga shalat yang merupakan tiang agama.
“Dalam keadaan apa pun, shalat tidak boleh ditinggalkan. Shalat adalah kewajiban utama yang harus kita jaga sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT,” pesannya.
Suasana ibadah yang berlangsung sederhana di lingkungan rutan tersebut terasa penuh kekhusyukan.
Di tengah keterbatasan, para warga binaan tetap berusaha memperbaiki diri dan menumbuhkan harapan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Ramadhan di balik jeruji besi pun menjadi pengingat bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk berubah dan bertaubat selama masih ada niat untuk kembali ke jalan yang benar.
Di akhir tausiyahnya, Ustadz Faturahman mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar segala persoalan hidup diberikan kemudahan serta dijalani dengan penuh kesabaran dan keridhaan.
(Rilis DPC Akpersi kabupatenToba)
{M Siboro C.ILJ



