Toba // Starbpknews.idKomoditas Baru Menjanjikan, Buah Naga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Toba
Panen buah naga milik Parbulalak Marpaung di Desa Gala-Gala Pakkailan, Kabupaten Toba, menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian hortikultura di daerah ini memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal.
Minggu(15/2/2026)
Dalam satu kali panen mingguan, hasil produksi bisa mencapai hingga satu ton.
Meski terkadang turun di kisaran 250 kilogram tergantung kondisi cuaca dan perawatan, namun secara umum budidaya ini terbukti menjanjikan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Yang menjadi perhatian, hingga saat ini Parbulalak Marpaung masih menjadi satu-satunya petani yang membudidayakan buah naga di desanya. Padahal, kondisi tanah dan iklim di wilayah tersebut sangat mendukung untuk pengembangan skala lebih luas.
“Kalau dikelola serius dan ada dukungan pemerintah, buah naga ini bisa jadi komoditas unggulan baru di Toba,” ujar Marpaung.
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Pertanian dinilai perlu turun langsung melakukan kajian, pendampingan, serta memberikan dukungan nyata.
Bantuan bibit unggul, pelatihan teknis, akses permodalan, hingga jaminan pemasaran harus menjadi perhatian serius, bukan sekadar wacana.
Sudah saatnya Pemkab Toba tidak hanya fokus pada komoditas lama, tetapi berani mendorong inovasi pertanian yang terbukti menghasilkan.
Jika potensi seperti ini diabaikan, maka peluang peningkatan kesejahteraan petani bisa terlewatkan.
Panen buah naga Parbulalak Marpaung hari ini bukan sekadar hasil kebun pribadi, melainkan sinyal kuat bahwa Kabupaten Toba mampu melahirkan komoditas unggulan baru asalkan ada kemauan dan keberpihakan nyata dari pemerintah daerah.
(M Siboro C.ILJ)




