AKPERSI Desak Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Bertindak Tegas Menindaklanjuti dugaan ancaman tersebut, Ketua DPC AKPERS

TOBA// Starbpknews.id.
Kabupaten Toba, Mangiring Siboro, secara tegas mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Toba untuk tidak tinggal diam.
Sabtu(13/02/2026)

Menurutnya, sikap dan ucapan seorang kepala sekolah mencerminkan integritas dunia pendidikan.

Jika benar terjadi ancaman terhadap jurnalis, hal tersebut dinilai mencederai marwah institusi pendidikan.

“Kami meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Toba segera melakukan pemeriksaan internal dan mengambil langkah tegas.

Kepala sekolah adalah figur teladan, bukan sosok yang menggunakan bahasa intimidatif,” tegas Mangiring.

Ia menambahkan bahwa dunia pendidikan harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi etika, moral, dan hukum.

Ancaman terhadap insan pers, terlebih dengan kalimat yang menyentuh keselamatan jiwa, tidak bisa dianggap persoalan sepele.

Evaluasi Etika dan Kepemimpinan
AKPERSI juga mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan oknum kepala sekolah tersebut.

Sebagai aparatur sipil negara dan pejabat publik di lingkungan pendidikan, setiap tindakan dan komunikasi wajib mencerminkan sikap profesional, santun, serta menghormati kebebasan pers yang dijamin oleh:
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik
“Jangan sampai dunia pendidikan di Kabupaten Toba tercoreng hanya karena komunikasi yang tidak pantas. Ini bukan persoalan pribadi, ini soal wibawa institusi,” lanjutnya.

AKPERSI Siap Tempuh Jalur Hukum
AKPERSI Kabupaten Toba menegaskan akan terus mengawal kasus ini. Jika tidak ada klarifikasi maupun itikad baik, organisasi profesi ini siap menempuh langkah hukum sesuai peraturan yang berlaku.

“Kami berharap ini bisa diselesaikan secara bijak. Namun jika intimidasi terhadap jurnalis dibiarkan, maka kami akan mengambil langkah hukum demi menjaga marwah pers dan demokrasi di Kabupaten Toba.”“Di tano Batak, anak dididik dengan adat, diajar dengan hati, dan dipimpin dengan keteladanan. Kalau seorang pendidik memilih bahasa ancaman, itu bukan lagi soal pribadi, itu soal harga diri lembaga dan marwah pendidikan. Jangan sampai karena satu sikap, nama baik dunia pendidikan di Toba ikut tercoreng. AKPERSI tidak akan diam — karena di tanah ini, kebenaran harus tetap berdiri, walau angin datang dari mana pun.”

(DPC Akpersi kabupaten Toba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *