BANTEN – starbpknews.id — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten menjadi panggung bagi Pemerintah Kota Payakumbuh untuk menebar pujian setinggi langit bagi insan pers. Namun, di balik orasi hangat tentang “mitra strategis”, terselip kisah pilu yang dirasakan langsung oleh 43 wartawan asal Kota Payakumbuh yang hadir di lokasi.
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman (Om Zet), yang mewakili Wali Kota Zulmaeta, bersama Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman, tampak hadir dalam perhelatan akbar tersebut. Dalam sambutannya, Om Zet menegaskan bahwa pers adalah pilar pembangunan dan ekonomi berdaulat. Namun sayangnya, kedaulatan “silaturahmi” justru tampak luntur saat acara puncak berlangsung.
Alih-alih menjadi ajang mempererat hubungan seperti yang dipidatokan, 43 wartawan yang jauh-jauh datang dari Payakumbuh justru merasa diabaikan. Hingga acara berakhir, tak ada momen tatap muka, tegur sapa, apalagi sekadar bersua antara kedua pucuk pimpinan daerah tersebut dengan awak media dari daerah asalnya sendiri.
“Kami merasa iba hati. Di podium kami disebut mitra strategis dan pilar pembangunan, tapi di lapangan, jangankan disapa, bertemu pun tidak. Seolah ada dinding pembatas yang tebal antara pejabat dan wartawannya sendiri di tanah rantau,” ungkap salah satu wartawan dengan nada kecewa.
Kondisi ini terasa ironis mengingat dalam naskah pidatonya, Elzadaswarman menyebutkan bahwa HPN harus membawa manfaat nyata, salah satunya “memperkuat silaturahmi”. Nyatanya, silaturahmi yang dimaksud tampaknya hanya berlaku bagi tamu-tamu VIP, bukan untuk 43 jurnalis yang setiap hari mengabarkan dinamika Kota Randang tersebut.
Senada dengan itu, kehadiran Ketua DPRD Wirman yang diharapkan bisa menjadi jembatan aspirasi, justru menambah daftar “kekecewaan visual” para kuli tinta. Kehadiran fisik kedua pemimpin ini di Banten seolah hanya menjadi pemenuhan agenda seremonial, tanpa menyentuh esensi kebersamaan dengan insan pers yang mereka puji-puji dalam teks pidato.
Jika pers disebut sebagai “penyeimbang kekuasaan” dan “mitra strategis”, publik tentu berharap kemitraan itu bukan sekadar bumbu pemanis di atas kertas. Karena bagi 43 wartawan Payakumbuh di HPN 2026, janji kolaborasi itu terasa hambar saat tegur sapa saja menjadi barang mewah yang tak didapatkan dari pemimpin mereka sendiri.
( Tim )




