Bintuni BPK RI News id.Forum Anak Asli Tujuh Suku Peduli Otsus (FORAPELO) Teluk Bintuni berkomitmen mengawal penggunaan Dana Otsus 2026 agar transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi Orang Asli Papua (OAP). Bersama organisasi pemuda, FORAPELO menekankan dana harus bebas kepentingan politik dan menyentuh langsung masyarakat akar rumput, mencegah kebocoran anggaran.
Berikut poin-poin penting terkait tuntutan tersebut:
Penguatan Sinergi: FORAPELO berkolaborasi dengan berbagai organisasi pemuda dan intelektual (seperti HIPPSO, FP3TB, dan forum kultur lainnya) untuk mengawasi penggunaan Dana Otsus secara ketat.
Transparansi Anggaran: Menuntut Pemda Teluk Bintuni melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk terbuka dalam pengelolaan dan mempublikasikan penggunaan anggaran kepada masyarakat 7 Suku.
Fokus OAP: Dana Otsus wajib diperuntukkan bagi kepentingan Orang Asli Papua, khususnya masyarakat adat tujuh suku di Teluk Bintuni, guna memastikan pemerataan dan keadilan.
Monitoring Aktif: Pengawasan dilakukan setiap tahun, termasuk mengantisipasi kebocoran anggaran, memastikan dana dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.
Anggota Forapelo 7 suku Bintuni Tobias Mosoimen meminta kepada kepala Badan Perencanaan pembangunan Daerah (BAPPEDA)kabupaten teluk Bintuni agar segera menyiapkan waktu untuk forapelo 7 suku Bintuni melakukan audiens bersama kepala Bappenda untuk memaparkan hasil besaran angaran Otsus yang di kelola di masing masing OPD.
Tutup Red: Tobias Mosoimen.
Forapelo 7 suku Bintuni kawal Dana Otsus di kabupaten teluk Bintuni.




