Pekan Kerja Diawali dengan Sinergi dan Harmoni, Gubernur Sulut Pacu Pembangunan Berkelanjutan

Sulut, Starbpknews.id-Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selfanus Komaling (YSK), membuka pekan kerja pada Senin (12/1/2026) dengan serangkaian agenda padat yang mencerminkan fokus kepemimpinannya yang multi-dimensi. Setiap pertemuan dan sambutan yang ia jalani bukan sekadar rutinitas, melainkan penegasan atas tiga pilar utama: stabilitas daerah, pelestarian budaya, dan pengokohan sinergi lintas elemen masyarakat untuk kesejahteraan bersama.

Alinea pertama diisi dengan pertemuan kerja bersama Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara). Gubernur YSK dengan cermat menyimak laporan mengenai kondisi daerah yang tetap kondusif. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan bahwa stabilitas keamanan dan sosial adalah fondasi mutlak yang tidak bisa ditawar. “Stabilitas adalah modal utama dalam menggerakkan roda pembangunan. Tanpa itu, program sebaik apa pun tidak akan berjalan maksimal,” tegas YSK.

Ia pun berkomitmen untuk terus mendukung penuh kabupaten dan kota yang berhasil menjaga iklim kondusif di wilayahnya. Dukungan dari Pemprov Sulut, menurutnya, akan diarahkan untuk mempercepat pembangunan yang tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, sehingga kemajuan daerah dapat dirasakan secara merata.

Transisi dari urusan pemerintahan ke bidang kebudayaan berlangsung mulus saat Gubernur menyambut hangat kehadiran Zaitun Voice Bitung. Kelompok seni yang menggebrak panggung nasional sebagai finalis Indonesian Got Talent 2023 ini dipuji sebagai duta budaya yang membanggakan. YSK melihat kesuksesan mereka sebagai bukti nyata bahwa kekayaan seni tradisional Sulut, seperti Masamper, memiliki daya saing dan daya pikat yang kuat.

“Mereka telah membuktikan bahwa seni tradisional kita mampu bersaing dan mendapat tempat di tingkat nasional,” ujar Gubernur penuh apresiasi. Antusiasmenya semakin besar menyambut penampilan Zaitun Voice dalam pesta adat Tulude di Kabupaten Sangihe akhir Januari mendatang. Momentum budaya seperti ini, ia nilai, merupakan cara ampuh untuk memperkuat identitas sekaligus merekatkan kebersamaan.

Agenda ketiga menekankan pentingnya kolaborasi vertikal dengan lembaga keagamaan. Saat menerima kunjungan Ketua BPMS GMIM beserta rombongan, YSK menempatkan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis pemerintah yang perannya sangat krusial. Harapannya, GMIM dapat terus berperan aktif dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berlandaskan iman, kasih, dan utamanya, nilai persatuan.

Bagi YSK, konsep pembangunan yang holistik tidak hanya terpaku pada pembangunan fisik. “Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembentukan karakter dan keharmonisan sosial. Sinergi pemerintah dan lembaga keagamaan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera secara lahir dan batin,” paparnya.

Rangkaian kegiatan yang sarat makna tersebut ditutup dengan kehadiran Gubernur dalam acara Natal bersama Kodam XIII/Merdeka. Kehadiran ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol nyata dari toleransi dan kehidupan harmonis yang telah menjadi ciri khas Sulut. Acara tersebut berfungsi ganda, sebagai perayaan iman dan sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi antar komponen bangsa.

Gubernur YSK dalam sambutannya mengingatkan semua pihak untuk terus merawat warisan luhur kerukunan ini. “Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang rukun dan damai. Ini harus kita rawat bersama,” serunya. Suasana harmonis yang tercipta, ia tegaskan, adalah kekuatan utama dan daya tahan sosial daerah yang tidak boleh luntur.

Melalui seluruh agenda di hari itu, kepemimpinan YSK menampilkan pola yang jelas: pemerintahan yang hadir dengan mendengarkan, mengapresiasi, dan berkolaborasi. Pendekatan ini diyakini akan memperkuat fondasi sosial budaya menuju percepatan pembangunan Sulawesi Utara yang inklusif dan berkelanjutan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *