Toba // starbpknews.id
Rabu, 03 Desember 2025
Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Pertanian Kabupaten Toba turut menghadiri sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Ulos yang digelar di Lapangan Bona Nionan Balige. Kegiatan budaya ini menjadi salah satu agenda penting dalam upaya pelestarian warisan adat nenek moyang serta penguatan jati diri masyarakat Batak.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, didampingi sejumlah pejabat struktural dan staf, hadir dengan penuh antusias sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan yang memiliki nilai budaya, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat.
Festival Ulos sebagai Upaya Pelestarian Budaya
Dalam kegiatan tersebut, berbagai jenis ulos tradisional dipamerkan oleh para pengrajin dari sejumlah kecamatan dan kabupaten sekitar. Tidak hanya ulos yang umum digunakan, namun juga dipamerkan beberapa jenis ulos langka yang saat ini mulai sulit ditemukan akibat menurunnya jumlah penenun dan minimnya regenerasi pengrajin ulos.
Festival ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi dan inspirasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar terus mengenal, memahami, dan mencintai warisan budaya yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.
Keterlibatan Lintas Budaya
Acara ini tidak hanya melibatkan masyarakat Batak Toba, tetapi juga diikuti oleh peserta dari Batak Karo, Simalungun, dan Nias, sehingga menampilkan ragam corak, motif, dan filosofi ulos dari setiap budaya. Keberagaman ini memperlihatkan kekayaan budaya Nusantara yang begitu luas, sekaligus memperkaya wawasan masyarakat mengenai identitas kain tradisional dari berbagai daerah.
Komitmen Pemerintah Daerah
Kadis Pertanian menyampaikan bahwa pemerintah daerah senantiasa membuka ruang bagi kegiatan budaya, karena pelestarian adat merupakan bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat.
Beliau menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keberlanjutan budaya, sekaligus mendorong para pelaku usaha kreatif di bidang kerajinan ulos agar tetap produktif dan mampu bersaing dalam industri ekonomi kreatif.
“Festival ini bukan sekadar acara seremonial, namun menjadi wujud nyata dari upaya kita bersama dalam menjaga identitas budaya Batak. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda dapat melihat langsung bagaimana ulos menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sejak dahulu hingga sekarang,” ujar Lena.
Pemerintah Kabupaten Toba juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan dukungan dari seluruh perangkat daerah, komunitas budaya, serta pelaku UMKM, sehingga nilai dan keberadaan ulos tidak pernah pudar di tengah perkembangan zaman.
(Korwil Sumut M Siboro)



