Hal-Sel, StarBpknews-id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Sabatang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Selasa (10/11/2025), menyebabkan kerusakan parah di sejumlah titik. Salah satu dampak paling serius adalah ambruknya Jembatan Tani, yang menjadi akses utama warga dari pemukiman menuju area perkebunan.
Menurut pantauan di lapangan, hujan mulai turun sekitar pukul 12.15 WIT dan baru reda pada pukul 17.08 WIT. Curah hujan yang tinggi selama lebih dari lima jam membuat sungai di dekat pemukiman warga meluap, hingga menimbulkan banjir besar yang menghanyutkan material tanah dan batu ke badan sungai. Aliran deras ini diduga menjadi penyebab utama robohnya jembatan penghubung tersebut.
Sejumlah warga mengaku khawatir setiap kali hujan turun. Pasalnya, sistem penahan air dan bronjong di sekitar kali masih sangat minim, sehingga air mudah meluap ke jalan dan rumah warga. “Kalau hujan turun deras, kami sudah mulai cemas. Air dari kali cepat naik karena tidak ada bronjong atau tanggul yang kuat menahan,” ujar salah satu warga Desa Sabatang kepada Awak Media Bpknews-id.
Banjir kali ini bukan yang pertama terjadi. Menurut keterangan warga, kejadian serupa telah berulang kali melanda desa tersebut. “Bulan lalu juga sempat terjadi banjir, rumah warga sempat terendam air. Sekarang jembatan yang rusak parah,” ungkap warga lainnya.
Lebih memprihatinkan lagi, sudah tiga jembatan di wilayah itu yang mengalami kerusakan berat dan belum kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah. Tiga jembatan tersebut adalah Jembatan Kubur, Jembatan Tengah, dan Jembatan Akses Tani yang kini ambruk total. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat menjadi sangat terganggu, terutama bagi petani yang bergantung pada jalur tersebut untuk mengangkut hasil kebun.
Warga berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk menanggulangi persoalan ini secara menyeluruh. “Kami hanya berharap pemerintah bisa mendengar dan menindaklanjuti keluhan kami. Jangan sampai jembatan ini dibiarkan rusak terus,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Kerusakan infrastruktur akibat banjir di Sabatang menjadi peringatan bagi pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan dan pembangunan sistem drainase yang lebih kuat, serta memperkuat bantaran sungai agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Reporter: Ruswal Samawa


