Tanah Ulayat Nagori Koto Nan Ompek: Kesepakatan Adat tentang Pasar Payakumbuh Blok Barat

Payakumbuh — starbpknews.id — ka ompet Suku Nagori Koto Nan Ompek telah menyatakan bahwa Lahan Pasar Blok Barat di Payakumbuh adalah milik ulayat Nagori Koto Nan Ompek. Pernyataan ini dibuat setelah Musyawarah Mufakat Niniak Mamak Nagori Koto Nan Ompek pada Jumat, 19 September, yang dipimpin oleh empat datuk (Dt.Sinaro Kayo, Dt.Mantiko alam, Dt.Pangulu Rajo nan data, Dt.Rajo Pangulu) dan Ketua KAN Koto Nan Ompek Dt.Itam, bersama sekitar 20 Kepala Suku.

Para niniak mamak sepakat bahwa Tanah Pasar (Serikat) Payakumbuh (Blok Barat) adalah Tanah Ulayat Nagori Koto Nan Ompek.

Pemerintah Kota Payakumbuh diminta menyesuaikan diri dengan “Yurisprudensi” tentang Hak Ulayat (Adat) berdasarkan Pasal 18B ayat (2) UUD 1945.

Dt.Sinaro dan tiga Kaum ompek Suku lainnya akan berkoordinasi dengan Pemko Payakumbuh dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk membentuk tim yang menegaskan kepemilikan Hak Ulayat Pasar Payakumbuh Blok Barat.

Konsep Tanah Ulayat dalam Adat Minangkabau
Dalam Adat Minangkabau, tanah ulayat dibagi menjadi tanah ulayat rajo, tanah ulayat nagari, tanah ulayat suku, dan tanah ulayat kaum. Tanah ulayat kaum merupakan hak milik kolektif semua anggota suku tertentu yang penguasaan dan pemanfaatannya diatur oleh penghulu-penghulu suku .

( mahwel )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *