Starbpknews.id Halmahera Selatan, 2 September 2025 – Aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar oleh aliansi Cipayung Plus bersama ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan berakhir ricuh. Massa yang awalnya menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD dan Polres Halsel itu, terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian hingga berujung pada tembakan gas air mata.
Insiden tersebut membuat situasi di sekitar titik aksi kacau. Ratusan mahasiswa dan warga yang terlibat langsung dalam barisan massa berhamburan menyelamatkan diri. Tak hanya peserta aksi, sejumlah wartawan yang tengah meliput jalannya demonstrasi juga menjadi korban tembakan gas air mata. Banyak di antara mereka mengalami sesak napas, perih di mata, bahkan ada yang harus mendapatkan pertolongan medis darurat.
“Kami hanya melakukan liputan, tapi ikut terkena gas air mata. Ini bentuk kekerasan terhadap kebebasan pers,” ungkap salah satu jurnalis lokal yang enggan disebutkan namanya.
Koordinator aksi, Sefnat Tagaku, menyesalkan tindakan represif aparat. Menurutnya, mahasiswa dan organisasi kepemudaan telah menegaskan sejak awal bahwa aksi ini bersifat damai dan bertujuan menyampaikan aspirasi rakyat. “Kami datang dengan tuntutan, bukan untuk bentrok. Tetapi kenyataannya, aparat justru membalas dengan gas air mata yang menyakiti rakyat, mahasiswa, dan bahkan wartawan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Halmahera Selatan terkait jumlah korban maupun alasan penembakan gas air mata ke arah massa. Namun, informasi lapangan menyebutkan puluhan mahasiswa mengalami pingsan dan trauma akibat insiden ini.
( Tim red )



