Mesuji -starbpknews.id.
Pemerintah dalam berbagai upaya melakukan pemerataan kepemilikan tanah dan penguasaan tanah ,pemerataan dalam pembangunan pertanian, maka melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN ) yang ada di Kabupaten Mesuji meluncurkan Program sertifikat Redis .
Program sertifikat redis ini program redistribusi tanah yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) secara gratis , namun disisi lain oleh oknum Kades Yang ada di Desa Fajar Indah ,kecamatan Panca Jaya ,kabupaten Mesuji diduga telah dilakukan pemungutan biyaya sebesar satu juta rupiah per buku .
Beberapa warga namanya enggan disebut yang sudah menerima buku sertifikat saat ditemui di kediamanya mengatakan ” iya mas saya diminta satu juta rupiah ya setahuku segitu ya saya bayar apa adanya ” katanya
Melalui panggilan telpon sekretaris LSM KAKI Busrimansah pada hari Selasa malam 25 Maret 205 , dirinya meminta agar penegak hukum yang ada kabupaten Mesuji dapat menindak lanjuti adanya dugaan pungli program sertifikat redis.yang ada di Desa Fajar Indah . Apabila praktik _ praktik seperti ini bila dibiarkan bisa jadi akan berkembang di Desa lain , penegak hukum harus bisa menyikapi adanya berita dugaan pungli ini ,pintanya .
Karena dugaan Pungutan Liar (pungli) pada program Redis ini dapat dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, serta dapat dijerat dengan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Busri menambahkan , jangan sampai program sertifikat Redis ini dikotori oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan justru memanfaatkan kesempatan untuk keuntungan sendiri atau golongan , tutupnya .
Sementara Kades Fajar Indah Hendrik Anggoman saat ditemui beliau mengakui adanya program redis dan menyebutkan jumlah buku yang telah dibagikan, bahkan belum sempat dikonfirmasi lebih jauh oknum Kades tersebut meminta _ minta tolong dengan rasa salah jangan sampai dilanjutkan masalah ini dan mengajak secara kekeluargaan , namun kami tim media tetap akan bekerja secara profesional .
(Tim)




