Berita : starbpknews.id.
Indragiri Hilir, 9 Maret 2025
Sejumlah Purna TNI yang bertugas sebagai petugas pengamanan dalam proses pengisian ATM Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Indragiri Hilir mengeluhkan rendahnya upah yang mereka terima. Mereka bekerja di bawah naungan PT. KGB, sebuah perusahaan jasa pengamanan yang diduga tidak memberikan hak tenaga kerja secara layak.
Menurut keterangan beberapa petugas keamanan, tugas mereka bukan hanya mengawal proses pengisian ATM, tetapi juga memastikan uang dalam jumlah besar sampai dengan aman ke lokasi tujuan. Dengan tanggung jawab sebesar ini, mereka merasa upah yang diberikan Rp.120.000 jauh dari layak dan tidak sebanding dengan risiko yang mereka hadapi di lapangan.
“Kami harus siap menghadapi ancaman kriminal, mengawal uang miliaran rupiah, tetapi upah yang kami terima sangat tidak mencerminkan risiko kerja kami. Tidak ada tunjangan risiko, asuransi kesehatan pun minim. Kalau terjadi sesuatu di lapangan, kami seperti tidak punya jaminan,” ujar salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan ini semakin menguatkan dugaan bahwa PT. KGB tidak memberikan perlindungan tenaga kerja yang memadai. Seharusnya, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengamanan, PT. KGB memastikan kesejahteraan dan keamanan para pekerjanya. Namun, kenyataannya, banyak petugas yang mengaku menerima gaji di bawah standar dan bekerja tanpa fasilitas memadai.
Di sisi lain, hal ini juga memunculkan pertanyaan terkait peran BRI sebagai pemberi kerja utama. Apakah BRI tidak melakukan pengawasan terhadap kontraktor yang mereka tunjuk untuk mengamankan proses pengisian ATM? Seharusnya, bank sebesar BRI memastikan bahwa tenaga pengamanan yang bertugas mendapatkan hak-haknya secara layak.
Persoalan ini menjadi ironi, di mana para Purna TNI yang sebelumnya mengabdi untuk negara kini harus berjuang untuk mendapatkan hak mereka sebagai pekerja. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penyelesaian, bukan tidak mungkin masalah ini akan semakin besar dan berdampak pada stabilitas dunia kerja di sektor pengamanan perbankan.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari PT. KGB maupun pihak BRI terkait keluhan para petugas keamanan ini. Diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat turun tangan mengawasi dan menindaklanjuti persoalan ini demi keadilan bagi para pekerja yang mempertaruhkan nyawa mereka di lapangan.
( Bersambung )




