Toba Kades Sitangkola Juara Satu Terburuknya Pembangunan Proyek Irigasi.

Berita : starbpknews.id.Pembangunan proyek irigasai tidak sesuai Bestek di Desa Sitangkola Kecamatan Lagu Boti Kabupaten Toba,menjadi sorotan sejumlah pihak menilai bahwa proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan bestek atau spesifikasi teknis yang telah di tetapkan.

Hal ini menimbulkan pertayaan besar mengenai pengawasan dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan kualitas insfrastuktur yang di bangun berdasarkan temuan dilapangan terdapat berbagai indikasi ketidak sesuaian dalam pengerjaan proyek mulai dari pengunaan material yang tidak sesuai setandar hingga dugaan pengurangan volume pengerjaan.

Kondisi ini tentu dapat berdampak pada ketahanan fungsi irigasi dalam jangka panjang,yang seharusnya mendukung sektor pertanian di daerah tersebut.
Masyarakat dan sejumlah pemerhati infastruktur mempertayakan peran pemerintah daerah dalam mengawasi proyek ini.Apakah ada kelalaian dalam pengawasan,atau justru ada kepentingan tertentu yang bermain di balik proyek ini.

Kami berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi terkait temuan ini.Jika memang ada pelanggaran,harus ada tindakan tegas terhadap pihak yang berranggung jawab,ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Pada hari rabu (5/3/2025) pagi tim halilintar DPC Akpersi Kabupaten Toba mendapatkan laporan dari warga setempat ,ada bahan material pembangunan proyek tersebut berserakan di sawah mereka ,dan apalagi bekas pengocokan semen pun tidak pernah dibersihkan sama sekali.

Takutnya kalau kami bersihkan areal persawahan kami mengunakan mesin rumput (mesin babat) takutnya nanti terkenak batu padas yang ukuran sangat besar ya” bisa ajak mata pisau babat putus dan terkenak sama kami dan apalagi areal persawahan kami batu tersebut sudah ditutupi penuh rumput ilalang.”ujar tokoh masyarakat setempat.
Kami tim halilintar DPC Akpersi Kabupaten Toba sudah banyak menemukan kesalahan kinerja kades sitangkola seperti mengenai pembangunan irigasi hancur,lampu-lampu jalan tidak berfungsi padahal anggaran DD tahun 2023,2024 sangat besar dari pemerintah.

Salah satu anggota pengurus DPC Akpersi Kabupaten Toba sangat geram pada kades tersebut dalam acara rapat”Sosiasi Perbup DD,ADD,BHP Penyusunan APBDes TA 2025″ kata kades pada acara rapat musyawarah” untuk apa non fisik kita buatkan sangat berat pertanggung jawabanya di depan masyarakatnya dan kebetulan ada media dan apakah menembak atau menyindir kepada anggota DPC Akpersi Toba,ujar Sekjen DPC Akpersi Toba.

Langsung ditangkap lontaran pembicaraan kades tersebut “Itukan sudah tugas kadesnya berarti harus ada pertanggung jawabkan,kalau pak kades tidak bisa membikinkan laporan pertanggungjawaban lebih baik janganlah jadi kades,ujar masyarakat tersebut.

DPC Akpersi Kabupaten Toba sudah mempunyai alat bukti perekaman suara pada waktu rapat musyawarah sama masyarakat,ibarat kata pepatah mulutmu adalah harimau mu.Berarti kasus kades tetap kami usut tuntas kalau perlu ke pihak yang berwajib. ujar Sekjen DPC Akpersi Toba).

(Penulis:TS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *