Melawi, starbpknews.id–Kalbar, Desa Tanjung Arak yang terletak di Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah terjadinya penggeledahan yang dilakukan oleh oknum polisi.
Kejadian tersebut berlangsung pada malam hari, tepatnya pukul 21:00 WIB, pada tanggal 20 Februari 2025.
Situasi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat, yang merasa tindakan tersebut tidak semestinya dilakukan di malam hari.
Seorang pria yang mewakili beberapa warga desa, yang dikenal dengan inisial “IA”, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kedatangan sejumlah oknum yang mengaku dari kepolisian.
Menurut IA, tindakan penggeledahan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada kepala desa atau pihak berwenang lainnya.
“Kami bertanya-tanya, kenapa kepala desa tidak diikutsertakan? Seharusnya ada komunikasi yang jelas sebelum melakukan penggeledahan,” ujarnya.
IA juga mencatat bahwa oknum polisi yang berada di lokasi penggeledahan tidak menunjukan surat perintah penggeledahan.
Hal ini semakin menambah rasa curiga dan ketidakpastian di kalangan warga.
“Kami merasa tidak nyaman dengan kehadiran mereka yang tidak jelas tujuan dari penggeledahan tersebut.
Seharusnya mereka menunjukkan bukti otoritas yang sah,” tambah IA.
Warga desa Tanjung Arak pun merespons tindakan tersebut dengan mengumpulkan diri untuk menghentikan penggeledahan yang dinilai mengganggu ketenangan malam.
IA memimpin kelompok warga untuk mendekati lokasi penggeledahan dan meminta agar aktivitas tersebut dihentikan.
“Kami hanya ingin beristirahat dengan tenang, tidak ada alasan bagi mereka untuk mengganggu kami di malam hari,” tegasnya.
Situasi semakin memanas ketika beberapa warga mendatangi rumah kepala desa untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai kehadiran oknum-oknum tersebut.
Mereka berharap mendapatkan penjelasan mengenai situasi yang tengah berlangsung dan apakah ada prosedur yang benar dalam penggeledahan tersebut.
“Kami ingin tahu, apakah ibu kepala desa tahu tentang semua ini? Seharusnya ada koordinasi yang baik antara pihak kepolisian dan pemerintah desa,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Penggeledahan yang dilakukan oleh oknum polisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai prosedur dan etika dalam penegakan hukum.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat memberikan penjelasan yang jelas dan transparan terkait kejadian ini serta mengambil langkah-langkah untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah daerah dan kepolisian untuk menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, serta menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Keterlibatan warga dalam proses pengawasan terhadap tindakan aparat penegak hukum menjadi sangat krusial untuk menciptakan rasa aman dan kepercayaan di dalam masyarakat.
Kejadian di Desa Tanjung Arak ini mencerminkan perlunya peningkatan kesadaran bersama akan hak-hak masyarakat dan prosedur hukum yang berlaku.
Dengan adanya dialog yang terbuka antara masyarakat dan pihak berwenang, diharapkan dapat tercipta situasi yang lebih kondusif dan saling menghormati antara kedua belah pihak.
Dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Desa Tanjung Arak, suami dari Kepala Desa Tanjung Arak memberikan pernyataan yang mencolok mengenai situasi keamanan terkait usaha tambang emas ilegal di wilayah tersebut.
Ia menekankan pentingnya adanya “bekingan” atau perlindungan dari pihak tertentu untuk menjaga keselamatan para pelaku usaha tambang.
Menurutnya, tanpa dukungan dari individu-individu yang dianggap berpengaruh, seperti pengepul bernama si atiam yang tidak pernah di sentuh oleh hukum.
Begitu pula dengan oknum polisi yang melindungi penambangan emas yaitu salah satunya Rizal dan agung.
Pernyataan ini mencerminkan realitas yang dihadapi oleh banyak pelaku usaha tambang emas, di mana adanya perlindungan dari pihak-pihak tertentu seolah menjadi syarat mutlak untuk menjalankan usaha secara aman dan tanpa gangguan.
“Jika belum ada bekingan di usaha tambang emas ini jelas tidak aman karena jika di penjara tidak enak,” ungkap suami kepala desa dengan tegas, mengisyaratkan bahwa intimidasi dan penegakan hukum yang tidak konsisten menjadi ancaman nyata bagi mereka yang berusaha mencari nafkah melalui sektor ini. (Tim)
Pewarta : Syarif Syukur


