
Payakumbuh -starbpknews.id Sampah kembali menjadi sorotan di tengah-tengah masyarakat Payakumbuh, salah satunya di pasar tradisional Ibuh blok Barat. Hal ini sudah lama menjadi keluhan pedagang maupun pengunjung pasar. Akibatnya pedagangpun enggan membayar retribusi kebersihan kepada petugas pasar.
Keluhan sampah itu disampaikan salah seorang pedagang berinisial (P) kepada wartawan, Sabtu (18/1) di lokasi setempat. Menurutnya tumpukan sampah yang airnya meluber hingga ke kios dan los pedagang itu juga menimbulkan bau tak sedap dan berulat. Tidak itu saja, masyarakat pengunjung pasar juga enggan berbelanja ke pasar Ibuh blok Barat sehingga mempengaruhi faktor jual beli.
“Sebelumnya sampah ini sudah diangkut oleh truck sampah tapi cuma diangkut satu kali dan tetap meninggalkan tumpukan sampah lainnya. Kami bersama pedagang lainnya yang ada di pasar blok Barat ini sudah berusaha untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah di tempat yang sudah di sediakan,namun sampah tersebut menjadi menumpuk karena tidak sepenuhnya di angkut dengan cepat ke TPA,” katanya.
Sementara pantauan media di lapangan (pasar Ibuh blok Barat) tumpukan sampah banyak bertumpukan di sekeliling pagar akses jalan dari belakang masuk menuju pasar.
Di lokasi itu ada tempat pembuangan sampah sementara, namun sudah membludak full. Akibatnya, air sampah yang berulat itu pun meluber hingga ke los pedagang.
Tumpukan sampah itu pun mengeluarkan bau tak sedap. Warga yang lewat di jalan itu menutup hidung, karena tidak tahan dengan bau tak sedap dari sampah.
Sementara itu salah seorang pengunjung pasar, Lusi (47) yang berhasil dimintakan tanggapan oleh wartawan, mengatakan kebersihan pasar menjadi hal yang harus mendapatkan perhatian agar masyarakat yang berkunjung dapat merasa nyaman.
“Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan bau menyengat dan dapat menimbulkan penyakit, sehingga masyarakat dan pedagang merasa sangat terganggu,” singkatnya.
( MAHWEL )



