
Payakumbuh -starbpknews.id Sukses menggelar khitanan masal gratis Forum Seni dan Budaya Payakumbuh-Limapuluh Kota (FSB-Paliko) apresiasi terus mengalir dari tokoh masyarakat Luak Limopuluah. Salah satunya dari pimpinan komunitas Sikola Lapau Luak Limopuluah Budi Febriadi.
Kepada wartawan, Kamis (26/12) Budi Febriandi mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada FSB Paliko atas bakti sosialnya membantu masyarakat tidak mampu di Payakumbuh dan Limapuluh Kota melalui kegiatan khitanan massal gratis yang ke-8 pada 21 Desember 2024 kemarin di Coffe City Cafe, Simpang Benteng, kota Payakumbuh.

Lebih lanjut dikatakan Budi Febriandi, FSB Paliko yang diketuai Sertu Zikran telah sukses menyelenggarakan khitanan masal gratis yang ke-8 khusus bagi keluarga kurang mampu, anak yatim-piatu dan anak disabilitas di momentum libur semester ini pada penghujung tahun 2024. Kegiatan sosial ini diharapkan menjadi contoh bagi forum sosial lainnya di Luak Limopuluah.
“Diharapkan terus berlanjut dan jika bisa di kembangkan sampai di beberapa titik atau lokasi di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Karena khitanan gratis ini sangat membantu masyarakat kurang mampu. Biasanya khitanan biayanya besar sehingga anak-anak terpaksa tertunda-tunda untuk khiatanan, maka dari itu dengan hadirnya secara mandiri program Sertu Zikran ini, jelas sangat bermanfaat untuk menuntaskan kewajiban orangtua apalagi anak yang kurang mampu.
Budi Febriandi yang sebelumnya pernah menjadi walinagari Harau dan juga akademisi di kampus politeknik pertanian negeri Payakumbuh itu menambahkan, sebelumnya FSB PALIKO telah sukses menyelenggarakan beberapakali event seperti dialog kebangsaan, ngopi kebangasaan, silaturrahmi ramadhan hingga pergelaran seni budaya dan podcast yang dihadiri OKP, ORMAS, ORMA Luak Limopuloah (kabupaten Limapuluh Kota dan kota Payakumbuh).

“Ini juga merupakan ide-ide cemerlang di bidang pendidikan untuk mendorong perkembangan masyarakat berpikir kreatif, mencari solusi untuk masalah yang ada, dan mengembangkan ide-ide baru. Dalam era globalisasi dan persaingan global. Pendidikan yang baik memberikan fondasi bagi individu untuk menjadi agen perubahan dan berkontribusi dalam memajukan masyarakat,” tutupnya.
( MAHWEL )



