
Berita- starbpknews.id.
Banyuwangi – Diduga pengunaan Dana Desa pada tahun 2023 untuk pembelanjaan di bidang peningkatan ketahanan masyarakat desa (bantuan induk kambing bagi kelompok pemuda parirejo) sebesar Rp 10.125.000 dikeluhkan penerima manfaat. Rabu (15/11/2024)
Dari besaran anggarannya tersebut justru tidak sesuai dengan apa yang telah tersampaikan oleh kepala desa parijatah wetan. Dari keterangan kepala desa menjelaskan sudah
di belanjakan sebanyak 3 ekor kambing. 2 ekor betina 1 ekor jantan bahkan sudah beranak,” Kata kades parijatah wetan dan kelompok LINMAS 5 ekor kambing melalui sambungan telfon whatsapp
Anehnya lagi dalam detail data Penyaluran DD ada tahap 1,2 dan 3 ada dugaan penerimaan bantuan ketahanan pangan kelompok pemuda parirejo dan kelompok LINMAS tercatat dalam laporan 2 kali penerimaan saat di konfirmasi lewat wa shaap kepala desa Parijatah wetan tidak merespon. Melalui DM tiktok medsos warga berinisial HT menjelaskan bahwa dusun parirejo hanya dapat sepasang ekor kambing.
“dusun parirejo 1 pasang untuk nama / atas nama pemuda parirejo, bukan 1 pemuda 1 kambing mas,” Kata H melalui DM tiktok, Masih menurut HT melalui DM tiktok. “Intinya di kasih 1pasang kambing atas nama pemuda parirejo. Itu yang daftar tahun 2023 yang pemuda anggaran 10 juta itu, pemuda cuman dapet satu pasang kambing, saya juga pemuda parirejo soalle, “tegas HT melalui DM tiktok pada hari sabtu (9/11)
Hal yang sangat aneh saat awak media meminta Konfirmasi kepada pihak kades lewat Wa shaap parijatah wetan guna mencari kebenaran atas kejanggalan pembelanjaan Dana Desa (DD) tersebut justru tidak merespon. Hingga berita ini di UU tayangkan, pihak inspektorat kabupaten Banyuwangi belum dapat di konfirmasi.
(Tim)


