
Banyuwangi – starbpknews.id. Polresta Banyuwangi, di bawah pimpinan Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., hari ini menggelar konferensi pers terkait kasus ancaman kekerasan yang melibatkan senjata api. Kasus ini telah menyita perhatian publik karena diduga dilakukan oleh seorang warga Banyuwangi berinisial MA, terhadap seorang juru parkir berinisial AB, Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 30 Oktober 2024, di depan sebuah toko di Banyuwangi.
Kapolresta Banyuwangi menjelaskan bahwa insiden bermula saat sebuah truk boks yang hendak memasuki gang sempit terpaksa berhenti sejenak, memicu MA , yang berada di belakangnya membunyikan klakson dengan keras. AB yang sedang bertugas sebagai juru parkir mencoba menenangkan MA, dengan meminta agar ia bersabar. Namun, teguran itu disambut dengan ancaman kekerasan yang diduga disertai senjata api oleh MA.

Polisi segera melakukan penyelidikan, mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV dari empat titik, yang menguatkan identifikasi MA, sebagai pelaku.Polisi juga menyita barang bukti senjata api jenis Glock 43 beserta 12 amunisi yang digunakan dalam ancaman tersebut. Meski senjata ini memiliki izin resmi sebagai alat bela diri, penggunaannya dalam insiden ini dinilai tidak sesuai dengan prosedur, sehingga turut dijadikan barang bukti.
Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menindaklanjuti kasus ini secara profesional .
Kami tetap mengedepankan asas profesionalitas dalam menangani kasus ini, dan menjadikan senjata sebagai barang bukti demi kepentingan hukum,” jelasnya pada ,hari senin tanggal ( 11-11-2024).

Atas perbuatannya, MA,kini berstatus tersangka dan telah ditahan. Ia dijerat dengan pasal 335 ayat 1 KUHP terkait ancaman kekerasan, yang dapat berujung pada hukuman satu tahun penjara. Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak Polda Jawa Timur untuk proses lanjutan terkait penyimpanan senjata yang dimiliki MA,
Kasus ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih bijak dalam penggunaan senjata, terlebih yang memiliki izin .
Pewarta ( slamet )


