KEPAHIANG – Starbpknwes.com — Inspektorat Kabupaten Kepahiang melalui Tim Inspektur Pembantu (Irban) 1 bergerak cepat menindaklanjuti sorotan publik terkait pengelolaan Program Ketahanan Pangan di Desa Kampung Bogor, Kecamatan Kepahiang. Tim auditor turun langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dan peninjauan fisik ke lapangan pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Pemeriksaan menyasar tiga item kegiatan bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 dengan total pagu sekitar Rp180-an juta, meliputi pembangunan kandang komunal, pengadaan hewan ternak kambing, serta penanaman lahan jagung.
Di lokasi, tim mengecek fisik kandang komunal semi-permanen berukuran sekitar 6×10 meter — tiang beton, dinding papan kayu, lantai bilah bambu — serta kondisi dan jumlah ternak kambing Peranakan Etawa (PE) yang berada di dalamnya.
Saat diwawancarai awak media, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersama Sekretaris Desa memberikan sejumlah keterangan yang mengundang tanda tanya besar. Dari total rencana pengadaan 27 ekor kambing dengan anggaran sekitar Rp67 juta, diakui ada kematian akibat serangan virus. Namun angka kematian disampaikan berubah-ubah: awalnya disebut 8 ekor, lalu menjadi 10 ekor, hingga sempat berkisar di angka 20-an ekor dengan alasan kendala dokumentasi di masa lalu.
Yang lebih mengejutkan, dari 18 ekor yang ada saat sidak, Ketua TPK mengaku menggunakan dana pribadi sekitar Rp26 juta untuk menutupi kekurangan jumlah ternak yang mati. Bahkan, pembayaran tersebut diklaim masih menyisakan utang kepada pihak penjual. Langkah itu disebutnya sebagai bentuk tanggung jawab di lapangan.
Belum selesai di situ, saat dikejar soal teknis keuangan, Ketua TPK secara blak-blakan menyatakan dirinya tidak sepenuhnya mengendalikan aliran dana:
– Pengadaan kambing sepenuhnya dikelola oleh oknum berinisial OK
– Pembangunan kandang sekitar Rp70 juta dan penanaman bibit jagung beserta sewa lahan sekitar Rp30-an juta, dikendalikan oleh mantan Kepala Desa Kampung Bogor periode tersebut berinisial Sb — yang kini diketahui sedang menjalani masa penahanan dalam perkara lain.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Irban 1 masih menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan secara tertutup, mencocokkan data fisik dengan berkas administrasi desa. Warga berharap hasil pemeriksaan nanti transparan dan objektif demi menjaga akuntabilitas penggunaan uang rakyat.
Pewarta: Candra



